Siapakah Diri Ini?
Ada yang bertanya, kenapa kutuliskan di bawah judul Blog-ku MyBody and MyiSS yang merupakan singkatan dari Mind, Soul and Spirit?
Pertanyaan itu kebanyakan berhubungan dengan pengertian Mind, Soul and Spirit yang nampaknya merupakan tiga hal yang berbeda. Sehingga kalau saya tuliskan Body-Mind-Soul-Spirit seolah-olah ada 3 entitas non fisik dalam satu tubuh saya yang fisik alias “Three in One” atau 31.
Pembagian Body dengan Mind, Soul and Spirit sebenarnya lebih pada pemaknaan semantik kebahasaan berdasarkan apa yang dapat kita persepsikan tentang diri kita sendiri. Apakah kita sebenarnya makhluk yang benar-benar fisik doang atau sebenarnya lebih dari itu. Apakah kita sejatinya immaterialistik seratus persen atau lebih dari itu.
Pengalaman saya mengatakan tidak. Bahkan kalau mau dijelajahi lebih sistematik dengan keadaan psikologis yang sering kita temui sehari-hari, penulisan “three in one” hanyalah suatu garis besar yang bisa dikenali sebagai suatu pembuka. Ini memang ibarat suatu asumsi misalnya asumsi awal alam semesta tak lebih dari sebuah cakram berdiameter 30 satuan dengan tebal 1 satuan. Jadi, kesimpulan 31 pun bisa saja kita ringkas lagi menjadi dua saja, katakan saja materi dan energi semata alias Hukum Relativitas Einsten. Dengan kat alain, kita adalah manifestasi cahaya yang didukung oleh sesuatu yang hanya bisa disebut sebagai Cahaya Diatas Cahaya (QS 35:1).
Tetapi pembagian yang sederhana itu terlalu reduksionis dan holistik karena apa yang disebut energi maupun cahaya sejatinya tidak menunjukkan pengenalan apapun juga kecuali hanya pada pola perubahannya semata, arah dan besarnya semata.
Jadi, supaya lebih bisa dikenali dan mewakili realitas maujud kita sebagai makhluk material dan energetis, kita harus membuat suatu kata bermakna yang diturunkan sesuai dengan karakteristik dasar keadaan kita sendiri yang kemampuan persepsi dan kognisinya terbatas dengan dukungan cahaya mentari. Jadi, energi pun harus dianalisis menjadi suatu gambaran yang lebih terperinci namun juga gambaran yang lebih utuh misalnya menjadi “Mind”, “Soul”, dan “Spirit”. Atau dengan rumusan yang lebih fisikal, yang paling sederhana, misalnya E=M*C^2 dan E=h*v yang diperkenalkan oleh Einstein dan Bohr.
Apakah arti Mind , Soul and Spirit yang menyatu dengan Body dan kita sebut sebagai “diri kita” yang “eksis” dengan semua itu?
Pandangan saya mungkin tidak sama benar dengan definisi tesaurus maupun kamus umum yang digunakan atau pun definisi psikolog. Tak apa, buat saya definisi hanyalah standar baku. Kalaupun sama juga tak apa, artinya persepsi saya masih sama dengan yang lainnya.
Mind yang diterjemahkan sebagai Pikiran merupakan hasil kerja dari bentuk material dari bagian tubuh kita yang disebut “Otak” melalui serangkaian proses yang mematuhi hukum-hukum cahaya. Sehingga “Mind” menurut persepsi saya bersifat mekanis namun tidak mandiri. Ia eksis selama kita dengan berbagai onderdil biologis yang ada disebut masih hidup. Jadi orang mati tak punya “Mind”.
Tetapi “Mind” bukanlah menjadi ciri utama semua makhluk hidup. Ia justru ciri utama bagi makhluk hidup yang “khas” yaitu makhluk yang menggunakan anugerah kehidupan itu untuk melakukan sintesis dan analisis sehingga ia bisa memahami realitas kehidupan itu sendiri guna mengenali asal usul dirinya. Disini, makhluk “khas” yang dimaksud tidak lain adalah diri kita sendiri sebagai makhluk berakal pikiran.
Setingkat lebih tinggi dari “Mind” sebagai “Akal Pikiran” adalah “Soul”. “Soul” saya terjemahkan secara umum sebagai “Jiwa”. Nah “Jiwa” merupakan orde lebih tinggi bagi makhluk yang hidup dan bersifat natural (hirarti rendah dan tinggi tergantung kita melihatnya dari mana, disini refrensialnya adalah bentuk materi menuju ke yang paling energetis sampai tidak bisa kita lihat).
Akan tetapi, jiwa makhluk yang mempunyai “Mind” berbeda dengan jiwa makhluk hidup lainnya. Maka pengertian “Soul” sebagai “Jiwa” bagi makhluk yang mempunyai “akal pikiran” adalah kemampuan yang sifatnya energetis untuk mengembalikan pola-pola yang dikenali oleh “Mind” menuju ke suatu titik pusat yang lurus dan holistik. “Soul” sebagai “Jiwa makhluk berakal pikiran” adalah energi yang mengarahkan pola-pola yang dikenali “Mind” untuk mencapai suatu tujuan yang lebih terfokus. Hanya saja, “Soul” ini dapat berkembang ke segala arah sehingga ia membutuhkan “Mind” supaya arah yang dituju konsisten sesuai dengan kualitas murni “Soul” yang sudah menjadi kadar atau potens latennya. Tanpa pengarahan Mind maka Soul bisa menjelma menjadi Kuda liar yang kita sebut nafsu. Keduanya, Mind dan Soul, satu sama lain saling mempengaruhi dan eksistensinya saling mendukung. Bila salah satunya mati, maka jenis makhluk yang muncul boleh jadi mempunyai karakter yang berbeda dari tujuan awal mula bagaimana manusia diciptakan. Kematian Mind akan menyebabkan Soul kehilangan arah bagai kuda liar tanpa kendali. Kematian Soul juga akan menyebabkan Mind kehilangan kendali sehingga ia cenderung bersifat parsial dan terkotak-kotak. Soul bisa saja disebut lem perekat dari parsialisasi yang dihasilkan oleh Mind karena Mind eksis sebagai suatu manifestasi-manifestasi diskrit hukum alam dengan bantuan cahaya dan badan kita sendiri.
Spirit mempunyai orde yang paling tinggi dimana ia menopang Body, Mind and Soul. Spirit akan tetap eksis meskipun Body, Mind, dan Soul sudah mati. Melalui suau media penyampaian yang berkesinambungan yang nyata, Spirit menjalar melewati ruang waktu, bahkan ia mampu bolak balik dari masa lalu ke masa depan, atau sebaliknya. Sehingga sifat-sifat Spirit mendekati sifat-sifat kekekalan realitas. Dalam pengertian “high sense” Umat Islam ia identik dengan pengertian “al-Haqq” yang seing diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai “Realitas Absolut“. Jadi, Spirit dengan perspektif seperti yang dimaksudkan sebagai “al-Haq” maka Dia memenuhi seluruh bentuk manifestasi yang material maupun yang immaterial.
Esensi Spirit tidak dikenali selama ia tidak memanifestasikan dirinya dalam wadah penampilan yang sesuai dengan potensi realitas material maupun immaterial. Karena itu, Spirit dalam manifestasinya bisa dikenali sebagai hasil integrasi holistik Body, Mind and Soul yang utuh. Jika tidak maka tak ada yang dapat mengenali Spirit kecuali hanya sebatas wacana”high sense” semata. Dan karena itu Spirit menjadi rahasia terdalam Body, Mind & Soul karena sejatinya semua berpijak pada Spirit tersebut.
Dalam pengungkapan “wacana high sense” misalnya dalam kajian ilmu tasawuf atau sufisme atau gnostisisme, Body-Mind-Soul yang dapat mengenali Spirit tersebut adalah esensi yang sama sehingga integrasi holistik Body-Mind-Soul-Spirit dapat dirumuskan menjadi aforisme yang menjadi kunci pengenalan diri kita sebagai makhluk dan Diri Spirit sebagai Pencipta Makhluk atau “Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu“. Kelak ia pun diungkapkan kembali sebagai penegasan bahwa hanya “Allah yang dapat mengenal Allah” dan “Laisya Kamitslihi Syaiun” (Dia berbeda dengan makhluk-Nya).
Bagaimana efek pengungkapan “high sense” ini mempengaruhi manusia dan mempraktekkannya dalam perilakunya sehari-hari menunjukkan kadar kemampuan manusia tersebut khususnya kemampuan mempersepsikan dan mengkognisikan rumusan makna yang terselubung tersebut ketika dikaitkan dengan kenyataan hidup. Ada yang tersesat dan ada juga yang terbimbing. Dan hanya Allah saja yang sebaik-baiknya menjadi pembimbing apakah dengan media perantara yang terverifikasikan maupun karena Dia sendiri yang langsung memperkenalkan DiriNya dengan menyentuh kedalaman jiwa kita untuk memasuki Spirit yang dimanifestasikannya sesuai dengan potensi yang kita miliki.
Itulah yang saya maksudkan dalam teks yang menjadi pembuka Wlog ini.
Akhirnya bisa nyampai ke alamat blog-nya Mas. Wah Mas, rupanya andanya ini orang yang mempunyai filosophi tinggi. Mirip - mirip sama apa yang dikatakan oleh ustadz Agus Mustofa yang bukunya saya punya komplit. Mudah-mudahan tulisan - tulisan-nya bisa memberikan inspirasi buat saya.
Sampai ketemu lagi di udara
Mas aison, emang benar mas Agus Mustopha juga saya baca-baca bukunya. Mudah-mudahan suatu saat saat mau kenalan sama beliau.
nice post….. lam kenal ya….
wolak-walik-wuluk..
isun tambah gliyengan kih.. tulisane dudu musu!
Selamat pagi, nama saya Rizky dari lintasberita.com.
Lintas Berita adalah situs Indonesian social bookmarking.
secara singkat profil kami bisa anda lihat di link ini :
http://www.lintasberita.com/faq-en.php
Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan posting berita anda di
lintasberita.com yaitu dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di
website Anda sehingga akan lebih mempopulerkan artikel Anda untuk
seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda.
sebagai contoh survey yang bisa anda lihat,silahkan klik link ini:
http://www.lintasberita.com/story.php?title=Presiden_SBY_Ketipu_Blue_Energy_Juga
link tersebut memperlihatkan bahwa berita yang berada di website Anda
menarik perhatian bagi user kami,dan user kami mempertimbangkan apakah
berita anda layak dijadikan berita terpilih atau tidak,seandainya anda
bisa memasang WIDGET dari LintasBerita maka setiap berita dari website
anda akan lebih mudah untuk ditampilkan diantara berita-berita antrian
untuk dipilih oleh para user kami
Perlu dipahami bahwa Lintas Berita tidak MENCURI atau MENYUGUHKAN berita2
Anda, karena Lintas Berita hanya memberikan LINK berita-berita dari
sumber berita bagi
pengunjung yang juga berita nya di submit oleh user itu sendiri. Untuk
membaca berita,
pengunjung akan membaca ke sumber asal berita tersebut.
Berikut ini beberapa link yang sudah memasang widget lintas berita sebagai bahan referensi anda
untuk lebih mengerti dan mempercayai http://www.lintasberita.com sebagai rekan kerja website anda :
1. http://www.indowebster.com/index.php
2. http://www.hai-online.com
3. http://www.blogguebo.com/2008/03/35-vote-pembaca-lintas-berita-untuk-2.html
4. http://publishedmind.blogspot.com
5. http://infokito.net/about/
6. http://gossipdunia.blogspot.com
7. http://www.zonaseleb.info/
8. http://blogcantik.com
Untuk informasi Widget, silahkan melihat :
http://www.lintasberita.com/tools.php
*Info baru ! *Silahkan mencoba Widget Top8
dan fasilitas Pencarian Berita yang telah kami tingkatkan
terima kasih atas perhatiannya
Salam!
Rizky
selamat berfilosofi, bung. keep blogging. warnai blogosfer dgn tulisan2 yang unik2.