Korban Mudik TIAP TAHUN Jauh Lebih Besar Ketimbang Korban Bom JW Mariot-Ritz

25 09 2009

mudik1_kendariposPagi-pagi mendengar berita editorial Metro TV memang sudah jadi kebiasaan. Pagi ini (25/9/2009) saya agak telat. Tapi nampaknya sedang membincangkan korban mudik yang tahun ini dilaporkan meningkat. Dari banyaknya komentator Editorial Metro TV, ada satu yang menarik dan agak menyentak. Komentar kritis dan kritik itu disampaikan oleh Pak Sunoto, dari Cirebon. Kebetulan saya tahu siapa Sunoto karena ia kalau tak salah nikah dengan teman SMA saya di Cirebon. Komentarnya yang baru saja saya distribusikan via Twitter @montonx kira-kira sebagai berikut.

“Jumlah korban mudik itu 10 kali lebih besar dari korban Bom Marriot, tapi kapan Presiden menitikkan airmata untuk korban-korban ini? Apa negara salah urus atau belum diurus”. Baca entri selengkapnya »





Menerawang Akar Krisis Umat Manusia

13 10 2008

“Baca tuh di koran-koran….

 daging naik sekilo tujuh puluh ribu…

cabe merah naik….

biaya Sekolah naik…..

bensin naik….

biaya angkot naik….

harga emas naik…

semua naik…

—-

Ocehan seorang tua yang nampak seperti sakit jiwa di depan stasiun Bulan-bulan Bekasi tadi pag, sambil bersandar di tanda lalu lintas lintasan kereta api dengan mengacung-acungkan gulungan koran yang dibacanya.

 

 

 

Belakangan ini banyak manusia penghuni bola Bumi yang semata wayang ini lagi gonjang-ganjing perasaannya maupun pikirannya. Pasalnya adalah krisis keuangan yang menjalar bak gelombang Tsunami ke seluruh dunia. Sumbernya berasal dari negeri Paman Sam (Amerika Serikat). Walaupun sering disebut-sebut krisisnya di lantai bursa, toh tak luput kalau kita yang cuma bengong di depan TV atau melihat dengan serius pun ikut gonjang-ganjing pula. Meskipun sebatas pikrian dan perasaannya saja, apa yang terjadi disana sedikit banyak berpengaruh juga pada kita yang disini. Padahal boro-boro punya duit dollar, simpanan di bank juga mungkin habis lebaran ini sudah sampai tingkat minimum. Tapi namanya juga masih-manusia ada satu sifat dasar yang pokok yaitu rasa ingin tahu. Inipun berlaku pada krisis keuangan yang melanda dunia akhir-akhir ini.

 

Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi? Dimana sebenarnya akar krisisnya? Didalam sistem yang dijalankan yaitu sistem ekonomi kapitalis, praktek pelaksanaan operasionalnya (neo liberal), hukum-hukumnya, atau justru pada perilaku para aktor didalam sistem yaitu manusia? Nah kalau kita setidaknya tahu jawabannya dan cara mengatasinya bolehlah kita berkata “everything under control”. Jika tidak mendingan ngomong “Everything under K….” (silahkan isi sendiri kata yang diberi titik-titik itu J). [ lanjutkan membaca? Baca disini ]





Die Hard Versi 5.0

11 07 2008

Film Die Hard Ver 4.0 sudah lewat beberapa bulan yang lalu. Film yang “selalu” dibintangi Bruce Willlis itu melanjutkan sekuel dengan kisah yang mirip satu sama lain. Hanya saja, kelir ceritanya berbeda. Kali ini, Bruce Willis tanpa sengaja mengawal sesorang yang tak dikenalnya, seorang anak muda nyleneh yang harus diantar ke pihak FBI karena keselamatannya terancam oleh ulah sekelompok hacker teroris yang mengancam sistem kehidupan di Amerika Serikat. Baca entri selengkapnya »





REPUBLIK SONTOLOYO

1 07 2008

“son·to·lo·yo p cak konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sbg kata makian)”

 

Begitulah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online tentang arti kata Sontoloyo.

 

Kata ini sebenarnya sudah lama menjadi perbendaharaan kata Bahasa Indonesia. Kata “Sontoloyo” atau dalam ejaan lama “Sontolojo” umumnya merupakan makian atau sebagai kata lecehan. Popularitasnya di zaman Soekarno ketika ia masih gemar menulis cukup kuat karena beliau pernah menulis suatu artikel dengan judul “Islam Sontolojo”. Artikel itu mengulas suatu peristiwa memalukan dimana seorang ustad menggauli murid wanitanya.(silahkan baca di kumpulan tulisan Soekarno “Dibawah Bendera Revolusi Jilid 1”). Baca entri selengkapnya »





Penyakit Akut Itu Bernama “Tamak Dan Gila Harta”

30 05 2008

Lagi dan lagi, setelah geger demi geger melanda Indonesia, maka lagi-lagi geger baru muncul menjadi ger-geran. Ini ternyata erat kaitannya dengan harta pusaka luar biasa yang konon katanya nilainya 20 kali APBN negara RI. Karuan saja, bak gayung yang sudah lama tak ketemu bak mandi, hembusan berita kabur itupun mengundang banyak minat. Tak perlu repot, pasang iklan di koran , pake nama keren sebuah proyek atau Yayasan, maka para tokoh yang diundang ataupun tidak pun berdatangan. Kebanyakan, kata kabar kabur detik dot com, yang datang para pengusaha, lengkap dengan proposalnya kali. Janjinya sih begitu, akan ada dana cair dalam waktu 15 hari bagi yang cocok proposalnya. Ada juga artis, dan juga ustad kondang untuk baca doa-doa selametan. Entah selametan apaan yang jelas acara itu menjadi superheboh ketika harta karun Sunda disinggung-singgung. Nilainya, ya itu tadi, 20 kali nilai APBN dan bakal bisa menghidupi rakyat Indonesia yang jatuh kere dengkle gara-gara BBM dan barang lainnya naik. Tak tangung-tanggung lamanya sampai 35 tahun. Baca entri selengkapnya »