Semalem, sehabis buka kaus kaki dan t-shirt, sambil selonjor kaki di depan TV, saya mendengar kabar kalau Harga BBM mau naik lagi.

Kabar ini dilansir oleh Presiden RI sendiri yaitu Bapak SBY. Menurut apa yang disampaikannya kepada rakyat, mau tak mau RI harus menaikkan harga BBM supaya tidak bonyok di hempas gelombang inflasi yang sudha melanda berbagai dunia. Pasal utamanya adalah kenaikan harga minyak dunia, yang ditaksir bisa menyampai 200 dollr per barel, dan juga tentunya yang merebak adalah kelangkaan pangan.

Saya belakangan ini sedang tidak memperhatikan benar dengan isu-isu terbaru yang berkembang dewasa ini, baik isu soal Ahmadiyyah, Ujian Nasional, aktivitas beberapa gunung api di Indonesia, kenaikan harga minyak, dunia yang kekuarangan pangan, maupun isu Desy Anwar dikira menjadi bagian komplotan penembakkan Presiden Timor.

Saya memang mencoba mengisolasi diri dari pengaruh pemberitaan itu. Saya lagi mencoba, bisakah saya tetap hidup dengan wajar dengan pendapatan yang tetap menghadapi beberapa perubahan drastis tersebut.

Di malam itu, saat BBM direncanakan mau naik, pikiran saya melayang ke barisan domino yang kalau kesenggol salah satu ujungnya bakal rubuh barengan. Ini namanya efek domino. Dan sudah dikenal sampai-sampai sudah merupakan suatu teori geopolitik. Hanya saja, saya tak tahu dimana sebenarnya bagian yang pertama roboh, dan mana ujungnya?

Nah, kalau urusan BBM, ia memang menjadi pangkal kelemahan. Sekali ia naik atau dinaikkan, segala macam bakal ikut-ikutan naik dengan hebat.

Mengurangi konsumsi BBM merupakan sesuatu yang sulit bagi yang biasa menggunakannya, apalagi kredit kendaraan bermotor di Indonesia termasuk mudah. Pengaruhnya memang merebak kemana-mana. Tapi dampaknya akan lebih dirasakan di kalangan yang pendapatannya pas-pasan dengan skema gaji yang nyaris tak pernah naik tiap tahun.

Bagi yang punya kendaraan bermotor, maka ia akan langsung merasakannya. Bagi yang tidak juga sama saja karena toh nanti pasti akan ada kenaikan tarif angkutan. Belum lagi ibu-ibu rumah tangga yang mulai menjerit karena bahana makanan dan minuman yang pokok ikut naik.

Efek domino pun menendang kemana-mana. Yang paling akhir adalah menclok di punggung kita dan nendang perut kita sendiri yang merasakan himpitan beban semakin berat. Rasanya asupan energi makin berkurang tapi yang dikeluarkan makin banyak, sementara efek kenaikan pendapatan mungkin makin berkurang. Walah, repot  memang kalau BBM mulai merambat naik. Ini merupakan komoditas yang  bisa disebutkan sebagai Killer Apps. Komoditas paling dasar yang menopang komoditas serta aktivitas lainnya.

Adakah jalan keluarnya? Sehari atau dua hari sebelumnya Presiden SBY juga memberi sinyal dengan memaparkan kalau kita harus berhemat dengan energi. Meskipun himbauan ini nampak sulit. Tapi memang rasionalisasinya sangat tepat, penghematan energi. Baik energi listrik maupun energi yang kita masukkan ke dalam maupun di keluarkan tubuh kita.  Alias kencangkan ikat pinggang, mulailah latihan berpuasa, kurangi konsumsi yang tak perlu, baik konsumsi tubuh maupun konsumsi nafsu kita sendiri misalnya menggunakan pulsa handphone ataupun berselanjar di Internet.

Mungkin memang solusi mudah murah dan meriahnya adalah hidup lebih hemat dan lebih sederhana dengan penuh syukur dan syabar. Hidup seperti itu bukanlah sesuatu yang memprihatinkan tapi justru mencerdaskan karena kita sebenarnya merespon suatu keadaan dengan lebih cerdik dan lincah.

 

–atmnd114912–

Bks 6/5/2008

2 pemikiran pada “BBM Mau Naik Lageee?!!!

  1. SBY JK orang yang miskin ide, tidak peka dengan keadaan rakyat.
    Pemerintahan SBY JK tidak mau tahu dengan penghasilan mayoritas rakyat indonesia yg dibawah standar.

    Rizki – Samiaji 11 CRB

  2. iya yah gw juga bingung ngeliat kelakuanpara pejabat sekarang, tapi paling parah kalau BBM sudah dinaiki oleh kepentingan para oprtunis petualang politik, wah makin runyam,padahal tinggal setahun lagi pergantian pemimpin. Apa pada kurang sabar ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s