Ungkapan khas tersebut masih berlaku sampai hari ini. Bahkan mungkin ungkapan abadi yang tetap akan relevan sepanjang zaman karena menyangkut suatu aspek penting dari cara kita berkomunikasi yaitu “isi” dari suatu pesan dan “kemasan”-nya. Dikemas dengan cara apapun, baik kemasan dijital dengan aplikasi Content Management maupun kemasan e-book, kertas, plastik, atau pembungkus bernilai seni lainnya, isi sebenarnya substansi dari semua kemasan itu. Kecuali yang gila kemasan, maka isi beserta manfaatnya tidak menjadi penting karena tujuannya mungkin hanya sekedar mengoleksi kemasan untuk dipamerkan, tidak untuk dimanfaatkan sebagai mana mestinya. Tapi sekarang, mungkin kita perlu perhatikan kalau “The King” butuh “The Queen”.

Di awal era dijital, Content is The King sudah menjadi suatu hukum yang tidak bisa ditolak. Dulu, orang yang membuat website perusahaan dengan isi yang tidak berubah sepanjang tahun akan cepat ditinggalkan orang. Paling banter, buku tamulah yang akan diorat-oret dengan saran dan kritik yang akan diterima. Website personal juga sama. Tanpa isi yang diperbarui sepanjang waktu, yang akan diisi orang hanyalah buku tamu semata.

Sejak melihat kenyataan ini, orang pun kemudian mulai juga menggunakan kemasan yang lebih dinamis, updateable sepanjang waktu, dan sekaligus tampilannya mudah diubah (template-nya). Maka lahirlah era Content Management System, forum diskusi, dan jurnal. Belakangan, setelah era CMS, jurnal tiba-tiba lebih banyak diminati.

Jurnal dan Buku Tamu sebenarnya bersaudara. hanya saja, buku tamu cenderung hanya menjadi tempat unek-unek pengunjung. Jurnal atau diari sebaliknya, ini menjadi alat untuk menyampaikan ekspresi si pembuat situs ke dunia, dan kemudian ditanggapi oleh pengunjungnya. Entah pengunjungnya kenal atau tidak dengan si empunya jurnal, tidak masalah benar, yang penting ekspresi, emosi, dan semua perasaan terlampiaskan.

Forum diskusi juga tetap ramai. Tapi berbeda dengan jurnal, ia merupakan fasilitas bersama yang disediakan untuk membicarakan segala hal. Tidak ada individualitas ekspresi yang tampil di dalam forum diskusi sehingga forum diskusi berkembang sebagai sarana kerjasama dan ramai dengan cara yang berbeda dengan jurnal. Dari dulu sampai sekarang pun fungsinya masih tetap sama yaitu jadi ajang diskusi. Forum Diskusi merupakan contoh aplikasi yang “mature” dalam berbagai fiturnya maupun penggunanya.

Jurnal kemudian berkembang dengan istilah baru. Namanya Web Log. Jadi, nama Log yang dipakai hanya menunjukkan kalau jurnal atau kemudian disebut Weblog dan kemudian lebih populer dengan blog adalah cacatan sepanjang waktu (catatan log, mirip log book, atau semacam file log di server) dari si pemilik Blog saja yang kemudian dikomentari oleh pengunjungnya. Apa yang ditulis di Blog aslinya adalah ekspresi pribadi, baik ekspresi yang sifatnya emosional misalnya ngomong soal cinta, maupun ekspresi yang bersentuhan dengan profesinya.

Blog kemudian berkembang. Terjadi pemanfaatan baru dimana ia bisa jadi media berita kalau digarap rame-rame (http://gragecirebon.wordpress.com, http://www.dagdigdug.com), tempat promosi, tempat gaul dan nyari teman ngrumpi online, dan akhirnya – ini yang jelek tapi bagus karena menjadi cara cepat menyebarluaskan info – tempat mengkupipaste content darimana saja. Mulai dari situs blogger lainnya, koran online , forum diskusi, milis, dan lain sebagainya. Blog pun muncul mengawali era Gue Ya Gue atau I’am is I’am, era ekspresionis online yang tidak tanggung-tanggung dampaknya karena bisa mengguncangkan suatu negara ketika warganya yang bete menulis berbagai kejelekan ataupun tampil seronok dengan gaya yang saru maupun seru.

Ekspresi seseorang di Internet semakin hari semakin beragam. Mereka yang sudah termasuk bloger lama, setidaknya di arsipnya tercantum mulai dari awal tahun 2000-an, mungkin sudah jarang ngeblog. Yang baru-baru mulai bermunculan dan belajar ngeblog. Akan tetapi itu tadi, namanya juga baru seringkali segala macam tulisan, gambar, film dikopipastekan di blognya. Isi pun tentu menjadi macam-macam, entah itu hanya sekedar numpang promosi atau say hello, dan tulisan lainnya. Namun, popularitas blog nampaknya belakangan ini mulai menurun. Banyak yang kemudian hanya berisi artikel yang serupa di blog lainnya maupun di sumber aslinya.

Blogger baru mungkin generasi ikut-ikutan karena kurang pede ketika teman-temannya yang duluan gaul di Internet berbicara dengan nama dan istilah teknis aneh-aneh seperti MP, Friendster, FaceBook, WP, dll. Mereka perlu belajar untuk menjadi penulis yang baik. Untuk menjadi penulis, orang harus peka dengan lingkungannya, baik mengenai diri sendiri, di kalangan pertemanan, rumah, maupun situasi sosial supaya apa yang diungkapkannya di blog benar-benar unik. Tentunya juga sesuai dengan ekspresi emosionalnya. Nge-blog sebenarnya sarana belajar untuk bisa menjadi penulis dan pengamat yang baik dan menyampaikannya kembali sebagai suatu ide maupun hanya swkedar opini, atau murni tempat curahan hati. Salah satu Blogger yang menurut saya sangat bagus sebagai rujukan bagi blogger pemula adalah Blog Budi Rahardjo, dosen , rocker, dan pakar telematika Indonesia di http://rahard.wordpress.com.

Kalau tidak ada bakat untuk berperan menjadi “pengamat dan perasa”, maka jelas blog-nya paling hanya berisi tulisan yang tidak mutu, atau hanya sekedar tulisan singkat ala forum diskusi remaja dengan teks-teks singkat saja. Jadi, belajarlah kepada keadaan di sekitarmu, rasakan pengalamannya, dan tuliskan di blogmu sesuai dengan emosimu. Tulislah dengan ekspresi mu, setidaknya sekitar 100 kata gitu.

Bagi saya sendiri, antara blog dan menulis, duluan menulis sebagai keinginan yang pertama kali muncul. Ketika pertama kali saya berkenalan dengan internet dan segala fasilitasnya, saya seperti menemukan surga yang hilang. Belakangan, bagi saya internet malah sudah seperti surga yang disegerakan. Menemukan blog kemudian membuat blog seperti menemukan ladang di surga yang siap saya garap. Menulis bagi saya seperti buang hajat dan melampiaskan syahwat. Tentunya syahwat untuk menulis. Tulisannya, yang sudah benar-benar jadi, sudah ada. Saya membuat blog setelah lama tidak online di internet (jadi ceritanya meninggalkan surga yang disegerakan gitu). Belakangan, setelah tiga tahunan nge-blog saya cenderung menulis semau saya. Entah tulisan saya dibaca atau tidak, dikomentari atau tidak, buat saya tidak terlalu penting. Yang penting ya itu tadi, nulisssssss aja. Sampai-sampai kalau saya tak menahan syahwat tulis-menulis, tubuh wanita, wajah orang, tembok, atau kaca jendela bis pun bisa saja saya tulisi hahaha….

Lantas, mau kemana setelah era Blog ini? Blog arahnya mungkin akan “back to basic“. Selain blog, ada beberapa fitur tradisional Internet yang kontinu terus berkembang tanpa dipengaruhi oleh trend pengguna internet maupun naik turunnya bisnis internet. Ia adalah situs-situs referensial yang akan tetap menjadi patokan jutaan pengguna internet untuk mencari informasi baku yang laik digunakan untuk menunjang aktivitasnya. Misalnya, search engine, wikipedia, webster, kamus, tesaurus, komunitas online yang sudah berorganisasi di dunia nyata, dan situs berita online yang mempunyai jaringan luas di wilayah offlinenya yang umumnya dikuasi oleh media tradisional.

Menurut saya, bisnis internet di masa depan yang berpeluang bagus sebenarnya tidak berubah sejak awal mula internet di manfaatkan yaitu “Content Is The King”, tapi yang berubah hanya “kemasannya” semata yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhannya. Dan kemasan tidak lain adalah “The Queen”. Makanya saya beri judul tulisan ini “Content Is The King, Packaging is The Queen“. Cocok kan, Sang Ratu yang suka berubah penampilan dengan berbagai kosmetik adalah kemasan yang berubah sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Lantas, siapakah yang bisa dijual dan menjual? Sang Raja atau Sang Ratu? Atau kedua-duanya.

atmnd114912, 21/5/2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s