Lagi dan lagi, setelah geger demi geger melanda Indonesia, maka lagi-lagi geger baru muncul menjadi ger-geran. Ini ternyata erat kaitannya dengan harta pusaka luar biasa yang konon katanya nilainya 20 kali APBN negara RI. Karuan saja, bak gayung yang sudah lama tak ketemu bak mandi, hembusan berita kabur itupun mengundang banyak minat. Tak perlu repot, pasang iklan di koran , pake nama keren sebuah proyek atau Yayasan, maka para tokoh yang diundang ataupun tidak pun berdatangan. Kebanyakan, kata kabar kabur detik dot com, yang datang para pengusaha, lengkap dengan proposalnya kali. Janjinya sih begitu, akan ada dana cair dalam waktu 15 hari bagi yang cocok proposalnya. Ada juga artis, dan juga ustad kondang untuk baca doa-doa selametan. Entah selametan apaan yang jelas acara itu menjadi superheboh ketika harta karun Sunda disinggung-singgung. Nilainya, ya itu tadi, 20 kali nilai APBN dan bakal bisa menghidupi rakyat Indonesia yang jatuh kere dengkle gara-gara BBM dan barang lainnya naik. Tak tangung-tanggung lamanya sampai 35 tahun.

Hehehe..polisi pun bingung dan garuk2 kepala kali. Kapolda Jabar pun akhirnya emoh menanggapi urusan harta itu karena simpang siur dan dianggap aktor pelakunya termasuk orang gila (tapi harus tetap ditangkap lho bos, soale ini unsur penipuan, apalagi sewa gedung dan katering belum dibayar). Entah gila jenis apa, yang jelas karena ini menyangkut harta maka pastilah gila harta dan tamak.

Penyakit gila harta dan tamak bin rakus sebenarnya bukan penyakit baru. Beda banget dengan H5N1 atau E-71 yang ngetop dewasa ini. Penyakit gila harta dan turunannya merupakan penyakit akut manusia yang muncul dari rasa was-washilkonnas. Tapi, gila harta dan tamak, sekarang ini sudah bukan lagi dianggap penyakit. Wajar-wajar saja kata banyak orang, kan semua orang bercita-cita jadi kaya. Jadi, jangan heran meskipun kita sering disebut manusia logis seringkali masih tidak mampu mengaktifkan akalnya kalau urusan harta disinggung-singgung. Jangankan triyunan rupiah yang nol nya nggak tahu berapa jumlahnya, lha 500 perak aja bisa membuat orang lupa ingatan . Misalnya di bis-bis kota, dan tempat-tempat keras lainnya. Jadi, ketika seseorang memperkenalkan diri punya harta trilyunan rupiah dalam bentuk emas dan lain sebagainya, kumatlah penyakit akut manusia itu. Gila harta , tamak, dan tentu rasa penasaran. Sampai-sampai tidak lagi menggunakan akal pikirannya dengan lurus. Pikirannya mendadak bengkok, melengkung dan kalau digrafikkan akalnya jadi persamaan parabolik-metaforik yang mungkin nggak jelas persamaan apa sebenarnya. Bukan lagi persamaan kuadrat tapi pangkat 3, 4, 5 dan polinomial yang solusinya mungkin hanya sir Isaac Newton aja yang tahu.

Heboh harta kekayaan zaman dulu, lagi-lagi menimpa kita. Padahal korbannya sudah banyak. Beberapa tahun yang lalu menteri agama pun jadi korban (pranala: http://atmoon.multiply.com/journal/item/39/Harta_Karun_Soekarno_Akhirnya_Ditemukan_Juga ). Tapi entah gimana, mungkin ingatan bangsa Indonesia ini sedemikian pendek, maka terjadilah kenyataan bagaikan keledai yang keperosok dua kali, bahkan berkali-kali, orang tertipu dengan harta dan iming-iming emas perak yang sedemikian banyak, dengan harapan dapat bagian. Banyak orang yang masih ketipu mungkin karena kisah harta Indonesia ini dikaitkan dengan zaman kuno semasa raja-raja masih berkuasa, zaman peralihan di era Soekarno, dan juga zaman tidak karuan di perang kemerdekaan. Yang paling ngetop tentu saja Harta Karun Sukarno dan Harta Kerajaan Sunda zaman dulu alias harta karun Prabu Siliwangi.

Teknik tipu menipu dengan iming-iming harta karun sudah sangat tua. Bahkan sama tuanya dengan sejarah Umat manusia. Dulu banget, Ibnu Khaldun, penulis buku sejarah asal Arabia berjudul Muqaddimah yang terkenal, mengidentifikasikan kalau perburuan harta karun dan sejenisnya seringkali merupakan penipuan. Perburuan harta karun justru merusak kemauan orang berusaha dengan benar. Pasalnya, menurut beliau, seringkali orang yang menghembuskan isu harta karun ataupun sejenisnya itu menggunakan kelemahan manusia yaitu keinginan akan harta dan fulus yang banyak dengan mudah, kalau perlu tanpa usaha. Yang ditipu adalah orang yang tertarik dengan harta itu yang umumnya juga menyukai harta benda secara berlebihan. Jadi, gampangkan, dengan cerita yang membuai tentang harta berupa emas dan berlian yang menjamin kaya tujuh turunnan, banyaklah kemudian para bangsawan, ksatria, pendeta, sampai raja yang terhormat terkecoh oleh ulah para penipu dengan kisah harta karun terpendamnya itu. Dan umumnya, karena status mereka , mereka pun diam-diam saja setelah ketipu. Mungkin gengsi dengan jabatand an gelarnya kok bisa-bisanya ketipu. Hal yang sama pun sering terjadi di masa kini. Orang yang tertipu enggan melapor karena malu. Apalagi statusnya pengusaha atau selebritis.

Konon, jauh sebelum zaman Ibnu Khaldun, perburuan harta karun dimulai sejak raja-raja Firaun Mesir diketahui menimbun hartanya di kuburannya nan megah yaitu Piramida berupa emas, berlian, dan lain sebagainya. Sejak itu, berburu harta kuburan pun menjadi profesi bagi sebagian orang. Ada yang berhasil, adapula yang gagal. Celakanya, banyak yang gagal ketimbang berhasilnya. Jadi, lama kelamaan para pemburu harta ini membuat komunitas tersendiri yang rahasia dan menyebarkan peta palsu dan kisah palsu penuh misteri yang membuat penasaran banyak orang tentang berbagai harta karun rahasia. Tujuan sebenarnya adalah mengambil uang sebanyak-banyaknya dari yang tertipu dan yang tertarik untuk mendapat bagian. Tentu saja, yang diajak orang yang suka harta tapi tak mengerti seluk beluk harta karun dan sejenisnya. Dengan cara yang mudah akhirnya banyak orang yang tertipu, hartanya ludes dengan alasan untuk biaya memburu harta. Dan hebatnya, lama kelamaan kisah demikian selalu muncul pas masa-masa tak karuan, masa-masa dimana banyak orang merasa mencari penghidupan itu susah.

Pola yang sama berkembang di setiap zaman karena harta benda adalah sesuatu yang ikut melekat dalam kehidupan manusia. Walhasil sampai kapanpun selama orang masih dihinggapi virus-virus gila harta dan tamak, tidak peduli ia sudah kaya, terhormat, atau terkenal sekalipun, mudah tertipu dengan isu-isu yang bersinggungan dengan harta karun atau kekayaan misterius.

Maka dari waktu ke waktu tetap saja ada korban-korban para penipu dengan senjata andalan harta karun ini. Di Indonesia tentu saja, andalannya kalau bukan Harta Soekarno ya Harta Raja Sunda. Nanti mungkin ada harta lain lagi misalnya Harta Suharto.

Hehehehe…memang aya-aya wae, mimpi kali ye…..

(Beberapa bulan yang lalu, saya sempat menulis tentang rahasia terselubung harta karun Soekarno. Bagi yang penasaran apa hasil penelusuran saya yang dimaksud Harta Soekarno silahkan baca di blog saya di Multiply. Pranala http://atmoon.multiply.com/journal/item/39/Harta_Karun_Soekarno_Akhirnya_Ditemukan_Juga ).

5 pemikiran pada “Penyakit Akut Itu Bernama “Tamak Dan Gila Harta”

  1. Kalo saya sebenarnya udah ada rasa ragu, tapi karena dikabarkan banyak yg memenuhi undangannya, termasuk ada Ustadz yg ikut hadir……Yaa nunggu kabar selanjutnya aja…..

  2. Iya betul Rita, ini memang sering terjadi. Penipu memanfaatkan status calon korbannya yang mau ditipu. Kalau lapor si korban mungkin berpikir 1000 kali karena statusnya itu. Masa, misalnya, artis atau pengusaha ketipu yang beginian.

  3. Pengalaman saya dengan harta karun Soekarno

    Pahit rasanya mengenang masa itu, ketika keceriaan dan kebahagiaan yang kami dapat, berjalan sesuai yang kami rencanakan. Tahun 1993 aku bersama bakal istriku, merajut kegembiraan akan bersatunya kami dalam mahligai yang didambakan. Semua orang dilingkungan kami sepaham dan sependapat bahwa kami adalah pasangan serasi yang tak akan lekang oleh godaan bahkan dijadikannya contoh bagi mereka yang tengah sama-sama menjalin suatu ikatan. Tak pernah ada keretakan dan perbedaan paham menjalani hubungan kami, segalanya serba indah serba yakin bahwa kami akan bersatu dikemudian hari.
    Juni 1997 malam kota Bandung yang tenang penuh kedamaian dan selera semua bergerak sama dalam satu tujuan, ditengah-tengah keluarga bakal istriku sedang digelar semacam pengajian tersembunyi, aku dan kekasihku yang baru saja tiba, ditawari untuk turut dan bergabung dengan bakal mertuaku mengikuti pengajian yang beliau selenggarakan. Dalam hati kecilku tak ada salahnya aku mengikutinya, karena selama ini aku merasa terbodoh dalam bidang ini. Aku inginkan suatu perubahan dalam diriku agar aku lebih dekat dengan Nya dan tidak karena didepan bakal mertuaku saja aku melaksanakan ritual ini. Akhirnya kami sepakat untuk mengikuti pengajian.
    Pukul 19.30 waktu bergulir dan acara pengajian pun di mulai. Semua yang hadir termasuk kami ada delapan orang semua berraut ramah dan menyenangkan. Kami diperkenalkan kepada sang pemimpin pengajian bernama YS berusia sekitar lima puluh tahunan demikian juga dengan yang lain kami bersalaman dan saling memperkenalkan diri. Tak ada rasa sungkan diantara kami, semua beranggapan sama di depan yang Maha Kuasa.
    Pukul 20.00 acara di mulai dan pembukaan dilakukan bakal mertuaku dengan maksud dan tujuannya diselenggarakan pengajian ini. Dengan bahasa yang sederhana dan penuh keyakinan bakal mertuaku bicara bahwa diselenggarakannya pengajian ini adalah untuk mengatur sebuah organisasi yang bertujuan untuk mensejahterkan umat khususnya masyarakat Indonesia. Sehingga mereka yang berkekurangan akan menjadi berkecukupan dan tidak kesulitan untuk mengatasi hajat hidup mereka. Tentu saja hal ini kami berdua menyambut dengan senang, karena kami akan dilibatkan dalam sebuah kegiatan sosial yang kiranya akan membuat bangsa ini menjadi lebih baik khususnya dalam bidang ekonomi.
    Dan tiba-tiba …. ditengah kesukaan kami itu, suara sang pemimpin memecah konsentrasi kami dengan suara berat “Aku .. senang … dengan kesediaan kalian semua ikut dalam kumpulan ini, dan Aku senang kalian yang muda-muda mau melibatkan diri …. ” (khas dengan logat jawa). Tentu saja aku kaget dan sedikit merinding …. kemudian berpaling pada tamu lain yang duduk disebelahku. Ia mengisyaratkan padaku dengan bisikan bahwa yang hadir adalah, Soekarno ….!!?

  4. Iya tuh, sodara saya juga merasa menemukan uang peninggalan bung Karno dalam bentuk lembaran 100ribu dollar, (emangnya ada ya 1 lembar dollar dgn nilai 100rb?).
    Sampai-sampai mo ngurus pasport utk ikut ke swiss nukerin dollar itu di bang swiss????
    Kalo memang itu bener dan nantinya bisa ditukerin, syukur deh…. bisa mengangkat perekonomian sodara saya itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s