Di zaman baheula yang tahunnya tak tahu kapan, di Yunani konon hidup seorang pangeran yang bercita-cita supaya apa yang disentuhnya bisa menjadi emas. Walhasil, setelah berdoa kepada dewa-dewi Yunani, permohonannya dikabulkan.

Apa yang disentuh tangannya, kecuali bagian tubuh sendiri, akan jadi emas. Bahkan, makanan dan minuman yang disentuhnya pun menjadi emas juga. Walhasil, tersiksalah ia karena ia tak bisa makan dan minum dan tak bisa merasakan yang enak-enak lagi karena tangannya menjadi sedemikian ajaib, semua yang disentuhnya selain tubuhnya akan jadi emas. Tobatlah pangeran Yunani yang kemudian dikenal orang dengan sebutan si Midas ini.

Sejak kisah si Midas itu, orang yang berhasil disegala usahanya disebut mempunyai tangan seperti Midas atau mempunyai “sentuhan Midas” karena bisa membuat emas dari apa saja. Misalnya: dari ladang yang tak diurus setelah diolah dengan baik menjadi sumber nafkah, dari keinginan orang buang hajat dikota menjadi bisnis sewa wc, membuat barang bekas jadi barang seni, dll. Banyak contoh sebenarnya “sentuhan Midas” yang lebih nyata kita temui sehari-hari. Yang jelas, sentuhan Midas tak ada hubungannya dengan aji-aji abracadabra ala dukun tapi melalui rasionalitas terukur, keuletan , usaha, kecerdasan kreatif, pemanfaatan peluang yang ada dan berdoa dengan yakin kalau usahanya itu berarti. Itulah keajaiban yang bisa dinyatakan oleh tangan dan pikiran manusia yang hebat danberhasil emwujudkan impian mempunyai sentuhan Midas.

 

Di zaman pertengahan dan kegelapan, para alkemis yang dikenal eksentrik mempunyai impian INSTAN. Impian itu berhubungan dengan dongeng Midas tadi. Namun, kali menggunakan logika dan temuan kimia yang berkembang saat itu. Jadi, agak lebih rasional. Maka banyak yang penasaran apakah besi atau benda lainnya bisa diubah menjadi emas dengan suatu proses kimia?

Yang tertarik dengan ide “ajaib” penuh janji ini tidak tanggung -tanggung. Sebut saja Leonardo Da Vinci dan Isaac Newton yang terkenal sebagai pemimpin ordo Ksatria Templar, seniman, dan ilmuwan.

Impian Kuno mengubah besi, tembaga, atau benda lainnya menjadi logam mulia yaitu emas sama tuanya dengan hasrat manusia akan kemudahan untuk meraup kekayaan dengan cepat. Kalau perlu tanpa usaha. Tapi yaitu tadi, impian itu menjadi sia-sia.

Sampai berakhirnya usia Leonardo maupun Newton impian itu hanya jadi dongeng dan dilupakan orang. Dan hanya laku bagi para penipu dan orang-orang tamak yang akalnya hilang karena kepepet atau karena rakus sekali dengan harta benda. Ketika sains dan metode ilmiahnya lebih maju lagi, mimpi mengubah besi menjadi emas pun mulai dilupakan.

 

Eh, tak dinyana, impian lama besi menjadi emas muncul lagi di dunia modern ini. Kali ini di Indonesia, negeri yang gemah ripah loh jinawi ini (katanya). Ini semua karena melambungnya nilai Emas Hitam alias minyak yang berharga. Entah kapan mulainya muncul suatu harapan mirip mengubah besi jadi emas ini. Harapan itu adalah harapan mengubah air menjadi emas hitam alias minyak dengan turunannya yang menjadi penggerak peradaban modern.

Tentu saja, ada yang penasaran dan mati-matian berupaya mewujudkan impian lama itu. Tapi sampai sejauh ini pun orang tak pernah lagi berharap yang muluk-muluk kalau air bisa jadi bensin, minyak tanah, atau solar. Kalaupun ada, pada akhirnya orang tersebut menjadi setres berat karena masih meneruskan impian lama para alkemis kuno yaitu mengubah besi menjadi emas. Dan korban pun akhirnya berjatuhan, baik korban kebodohan maupun korban dari ketamakannya sendiri.

 

atmnd114912, cirebon 31/5/2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s