Menurut kantor berita Antara, bulan Juni (bulan ke-6)  ini para PNS akan dibayarkan gaji ke-13. Gaji 13 ini nampaknya merupakan dukungan pemerintah bagi PN untuk mengantisipasi kenaikan BBM.

Seperti kita ketahui, mitos bilangan 13 berhubungan dengan suatu “kesialan”. Namun, bagi PNS nampaknya mitos ini tidak berlaku karena gaji ke-13 menjadi gaji ekstra yang biarpun tidak besar sekali setidaknya menjadi pelipur lara karena naiknya BBM dan berbagai barang kebutuhan lainnya.

Bilangan 13 yang nampak sungil pun bagi PNS di bulan Juni ini mungkin menjadi berbeda artinya. Tradisi gaji ke-13 memang sudah lama dikenal di kalangan PNS maupun pegawai swasta. Umumnya ini dikaitkan dengan hari besar tertentu atau memang sudah menjadi kebiasaan.

Sebagian besar orang, sampai hari inipun masih memandang sakral pada bilangan 13 ini.  Menurut kajian psikologis, orang yang takut dengan bilangan 13 sebenarnya dihinggapi oleh suatu penyakit kejiwaan. Istilah khusus untuk orang yang takut dengan angka 13 ini yaitu Triskaidekaphobia.

Asal katanya dari bahasa Yunani yaitu dari “tris”, “tiga”, kai, “ dan ”, deka, “sepuluh” (jadi 13), ditambah kata phobia, “takut, terbang”. Dalam kosa kata bahasa modern kata ini muncul tahun 1911 dalambuku I H Coriat’s yaitu Abnormal Psychology.

Bilangan 13, selain berhubungan dengan numerologi kuno yang berhubungan dengan mistik-mistikan dengan sebutan bilangan sial, atau Friday Thirteen, dll, sebenarnya erat sekali hubungannya dengan tubuh kita dan cara kita berpengetahuan dengan sistem desimal. Konon, menurut data anatomis, kecepatan transmisi darah maksimum manusia adalah 13 meter per detik. Jadi, bilangan 13 berhubungan dengan kapasitas urat darah kita sendiri ketika mengalir dari satu titik ke titik yang lain. Kalau orang mempunyai kecepatan lebih dari 13 meter perd detik, mungkin orang itu bakal mati dengan pembuluh darah yang pecah. Atau gampang marah dan panasan. Kesialan bilangan 13 karena itu erat kaitannya dengan rasa takut kita sendiri tentang kematian yang mendadak.

Ada beberapa fakta yang nampak seperti kebetulan kalau bilangan 13 dan 5 saling berhubungan dan menjadi indikasi batas antara terjadinya bencana dan tidak. Contohnya :

-Tahukah Anda kalau Jakarta yang suka terkena banjir 5 tahun sekali dialiri oleh 13 sungai?

-Lantas , konon kabarnya pembantaian kelompok Templar di Eropa zaman baheula oleh kelompok fanatik kristen katolik terjadi pas hari kelima yaitu Jumat tanggal 13. Makanya jangan heran kalau istilah Friday Thirtteen lahir dari peristiwa mengerikan tersebut.

-Dan tahukan Anda kalau papan catur yang ukurannya 8×8=64 dapat diubah secara geometris menjadi 13×5=65 , yang menunjukkan adanya anomali aritmatis-geometris dalam sistem hitungan kita. Anomali itu berhubungan dengan asumsi mutalk benar senilai 1 satuan atau 1 atau Esa.  Kalau dituliskan bilangan 13 dan 5 secara menyambung akan terbaca 135. 135 ini mirip simbol OM dari agama Hindu (satu titik diatas simbol 35). Anehnya, menurut Wikipedia Indonesia di bagian Hindu, jumlah penganut agama Hindu di seluruh dunia sekitar 13,5 % penduduk dunia, dan merupakan agama ketiga terbesar setelah Kristen dan Islam.

-Tahukah Anda kalau Pandawa 5 mengembara di hutan selama 13 tahun?

-Kalau kita tulis 13 dan 5 menjadi 135, lantas dijit keduanya yaitu 3 diputar dalam arah searah jarum jam (berarti simbol 9) sebesar 180 derajat, maka bilangan 3 menjadi mirip bilangan W. Kalau ditulis dalam huruf Arab, bilangan W ini akan berbentuk seperti huruf Laam dan Laam yang menyatu seperti tertulis dalam lafaz “Allah”. Kalau 1 kita sebut dlm bahasa Arab “Alif” dan 5 kita sebut dalam bahasa Arab sebagai “ha”. Maka dibaca dari kiri ke kanan 135 menajdi 1W5 dibaca menjadi “Allah”.

Keajaiban bilangan 13 dan 5 memang nampaknya erat kaitannya dengan keyakinan kita kepada “Entitas Yang Tak Benar-benar kita kenal” yang biasanya kita sebut dengan yakin , takjub dan takjim saja yaitu Nama Tuhan atau Allah. Misteri bilangan 13 dan 5 memang akhirnya erat kaitannya dengan misteri manusia dan kemampuannya untuk berpikir dengan otak kirinya dan memaknai dengan otak kanannya untuk kemudian menjangkau Idea Tertinggi yang mungkin masih bisa dipikirkan dan dirasakan sebagai Kebenaran Mutlak yaitu Allah, Rabbul ‘Aalamin. Dan dari sintesis itulah kitapun lahir kembali sebagai manusia yang beriman dengan pengetahuan yang benar yaitu Tauhid. Pengetahuan itu milik Allah sebagai yang Maha Esa sebagai ungkapan terbaik dari kelemahan diri kita yang tidak abadi, fana, termusnahkan dan sebenarnya sangat lemah dan miskin atau fakir.

Kenapa manusia menjadi begitu percaya pada suatu bilangan? Nampaknya erat kaitannya secara psikologis bagaimana kita mulai menggunakan bilangan sebagai NIlai Kepemilikan dan menentukan batas teritori “kepunyaan kita” kita. Dan sampai hari inipun manusia gampang terhipnotis sama bilangan. Kisah-kisah pun muncul dari bilangan seperti salah satu lagu yang dinyanyikan Sting One, Two, Three…..dikatakan Plato ketika membuka dialognya 1,2,3,4,…dan not but at least semuanya adalah 1,2,3,4, A, B, J, D alias Desimal n Abjad. Dan Tuhan pun  memang menghitung satu demi satu (QS 72:28).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s