Film Die Hard Ver 4.0 sudah lewat beberapa bulan yang lalu. Film yang “selalu” dibintangi Bruce Willlis itu melanjutkan sekuel dengan kisah yang mirip satu sama lain. Hanya saja, kelir ceritanya berbeda. Kali ini, Bruce Willis tanpa sengaja mengawal sesorang yang tak dikenalnya, seorang anak muda nyleneh yang harus diantar ke pihak FBI karena keselamatannya terancam oleh ulah sekelompok hacker teroris yang mengancam sistem kehidupan di Amerika Serikat.

Film yang diberi judul mirip perangkat lunak ini, mengisahkan kemungkinan serangan besar2an terhadap negara Amerika Serikat. Tidak seperti serangan 911 yang langsung menonjok pusat kapitalisme dan prestise hankam AS, Die Hard Versi 4.0 (http://www.livefreeordieharddvd.com/) memaparkan kerentanan suatu sistem ketatanegaran dimana yang diserang adalah sistem komunikasi dan informasi negara itu. Termasuk didalamnya Lampu Merah, PLN, PAM, saluran Elpiji lewat pipa, dsb. (cerita teknisnya, bisa dilihat disini: http://think.security-1st.net/?p=107 )

Aksi-aksi yang dipaparkan dalam Die Hard Versi 4.0 dilakukan oleh serombongan hacker-hacker yang berpengalaman. Tapi usianya termasuk muda.  Kali ini tokoh Die Hard , Bruce Willis alias John McClane harus melawan satu gank hacker yang sakit hati pada pemerintah AS ditambah dengan seorang hacker yang diincar oleh kawanan hacker bandit karena takut skenario penyerangannya ketahuan. Dan pastilah, si hacker yang dikawal oleh John McClane memang pernah disewa oleh gank hacker bandit tersebut untuk menjalankan skenario serangan sistemik tersebut.

Dan seperti bisanya, setelah jungkir balik dihajar ulah kawanan hacker itu, McClane dengan hacker yang dikawalnya berhasil mengalahkan gerombolan hacker yang dipimpin Thomas Gabriel (Timothy Olyphant) . Si Thomas ini rupanya sakit hati karena dulu ditendang oleh FBI. Sebagai pembalasan, ia pun kemudian mengumpulkan gerombolan underground dijital dan melakukan serangan balasan dengan mengacaukan berbagai sarana publik seperti PLN, PAM, komunikasi , jalur lampu lalu lintas, dll.

Itulah sekilas kisah film Bruce Willis berjudul Die Hard Versi 4.0 yang populer beberapa bulan yang lalu. Serangan yang digambarkan film Die Hard Versi 4.0 bukanlah sekedar khayalan. Pada pertemuan Process Control Security Summit in New Orleans, Amerika Serikat, , analis CIA Tom Donahue menggungkapkan bahwa serangan melalui jaringan Internet berhasil menguasai sistem kontrol infrastruktur kritis dibeberapa wilayah di luar A.S. Beberapa pemadaman listrik yang disertai dengan pemerasan tersebut dicurigai dapat dilakukan setelah berhasil mendapatkan informasi internal milik perusahaan-perusahaan pengelola jaringan listrik. Diketahui paling tidak sebuah serangan berhasil memadamkan listrik pada beberapa kota. Namun pelaku serangan-serangan cyber ala film Die Hard 4 tersebut belum berhasil diidentifikasi dan CIA tidak bersedia mengungkapkan secara rinci kota-kota atau willayah mana saja yang dimaksud. (sumber http://www.chron.com/disp/story.mpl/chronicle/5468436.html#)

Nah, sekarang Indonesia mungkin menghadapi kisah mirip Die Hard Versi 4.0. Kali ini, yang kena masalah PLN dan mungkin kelak PAM, setelah Bank Indonesia dengan BLBI nya, Minyak dan Energi, dan sistem Hukum yang aparatnya ketahuan “Touchable” oleh tangan-tangan kotor perampok uang rakyat Indonesia, penjarahan kayu dari hutan tropis, dan lain-lainnya.

Dalam krisis multi dimensi di Indonesia ini, tak ada polisi jagoan ala Bruce Willis, ataupun hacker jahat seperti Thomas Gabriel. Yang ada adalah kegetiran masyarakat akibat melelehnya sistem kehidupan bangsa Indonesia dimana sarana-sarana penunjang kesejahteraan rakyat tidak lagi mampu mendukung untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat dan tidak lagi bisa mendukung aktifitas rakyat lainnya. Dengan kata lain, ada sesuatu yang telah melampaui batas timbangan al-Mizan yang diam-diam dibiarkan terjadi. Celakanya, kejadiannya secara beruntun mulai dirasakan secara besar-besaran dewasa ini. Apalagi waktunya pun dekat-dekat menejlang pemilu 2009.

Kali ini kasus Pemadaman Listrik oleh PLN di beberapa wilayah di Indonesia bagaikan bagian dari skenario Die Hard Versi 4.0 sebut saja skenario ini Die Hard Versi 5.0. Kekurangan pasokan batubara dan segudang alasan lainnya nampaknya merupakan bagian dari rontoknya sistem kehidupan di Indonesia secara perlahan. Hal itu semakin kentara dan dirasakan langsung oleh rakyat ketika PLN mem-byarpet-kan jatah listrik di Jawa, dan di beberapa tempat lainnya. Minyak dan Bensin sudah lama mengalami dilema kekurangan pasokan yang berlangsung di daerah-daerah. Masyarakat pun makin sering dibuat panik oleh berbagai isu miring yang berhubungan dengan BBM, PLN, Harga, dan lain sebagainya. Anehnya, meskipun KKN sering tampil di TV, dibanding berita Listrik Mati, Harga Naik, atau BBM naik lagi, isu KKN dan Terorisme pun mulai surut kembali. Entah sengaja atau tidak isu-isu itupun seringkali naik turun, timbul tenggelam, bagai gabus diatas air samudera yang bergelora.

Selain itu semua, kekurangan pasokan pangan pun sudah mengancam dibeberapa tempat. Bahkan ancaman kekurangan pangan sudah mengancam dunia kata berita-berita di TV. Setelah PLN dengan pemadaman listrik bergilirnya, mungkin nanti PAM juga akan mengaku kesusahan. Baik kesusahan karena dikorupsi maupun karena debit pasokan air bersih berkurang. Baik karena kekeringan ataupun sebab-sebab lainnya. Skenario apa yang terjadi di Indonesia?

Skenario DIE HARD Versi 5.0 yang melanda Indonesia pada intinya adalah runtuhnya kepercayaan masyarakat atas perilaku komponen-komponen penyelenggara negara yang kurang transparan, tidak efisien, dan tentunya digerogoti oleh penyakit kronis yang disebut KKN untuk mengelola aset negara, baik aset berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sumberdaya intelijensi dan spiritual. Ujung semua itu akhirnya adalah rusaknya kondisi psikologis bangsa Indonesia alias akhlak dan perilaku yang mengalami degradasi hebat karena tidak ada lagi tolok ukur yang dianggap sahih sebagai acuan kepatutan, kepatuhan, maupun acuan etis dan moral yang lebih luhur yang sebut saja sumbernya adalah keyakinan kepada adanya Kemahaadilan Sang Pencipta itu sendiri.

Bekasi 11/7/2008, atmnd 114912

3 pemikiran pada “Die Hard Versi 5.0

  1. semuanya kan berakar pada sumber daya semata. enerji dalam hal ini. sepertinya klise kan, tapi menyoal enerji… well, manusia akan terus berebut selama jumlahnya tetap banyak dan butuh semua.

  2. Kalau boleh ditambahkan, ya kita tetap harus optimis bahwa kelak (entah kapan) akan terjadi perubahan ke arah yang lebih baik, terutama akhlak dan perilakunya.
    Anggaplah yang terjadi sekarang sekadar episode yang memang harus dijalani dan dilalui.
    Sebagaimana Die Hard versi 5.0, mungkin akan muncul sekuel lanjutannya. Negeri ini juga akan mengalami sekuel berikutnya. Berharap yang lebih baik tentunya.

  3. Betul mas, hanya dengan semangat dan optimisme jalan-jalan baru akan terbukalebar untuk mengatasi keterpurukan bangsa ini.

    Ok, tetap semangad…eh pake T dink…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s