Adu Domba secara harfiah mengadu domba. Benar-benar domba bertanduk yang diadu untuk maksud hiburan, judi, ataupun karena tradisi. Tapi dalam konotasi geopolitik, dunia intelijen, ataupun kolonialisasi “Adu Domba” berarti amat sangat lain.

Dulu, menurut engkong, kakek, dan opa-opa kita, Bangsa Indonesia ini dijajah sampai puluhan dan ratusan tahun karena mirip domba. Gampang diadu antara suku satu dengan suku yang lainnya, penganut agama yang satu dengan yang lainnya, antara kelompok yang satu dengan yang lainnya, dan berbagai bentuk pengadudombaan yang pernah ada. Sampai-sampai, setelah “Merdeka” ada istilah populer tapi bikin gatel kuping bahkan bisa jadi sumber alergi namanya : SARA.

Di buku Negarakertagama yang ditulis Mpu Pancaksara, disebutkan katanya ada salah satu patih yang suka mengadu domba di kerajaan Majapahit yang membuat menteri atau pembantu raja Majapahit lainnya disingkirkan. Meskipun patih pengadu domba itu akhirnya di depak dari lingkaran kerajaan Majapahit, rupanya penyakit adu domba yang bisa dikatakan saudaranya “fitnah” ini merupakan salah satu jurus ampuh untuk memecah belah umat manusia sejak dulu. Terutama di dalam masyarakat Indonesia. Sejarah adu domba pun sama lamanya dengan sejarah manusia sendiri sebagai suatu kaum.

Pagi ini, saya dikejutkan dengan kasak kusuk adu domba jua. Kali ini korbannya langganan adu domba atau fitnah yaitu Umat Islam. Rupanya, setelah tembakan jarak jauh via Salman Rusdhie, Kartun Denmark, dan Film Fitna tidak menunjukkan hasil memuaskan, si tukang adu domba dan tukang fitnah kali ini menembak langsung Umat Islam di gawangnya. Bukan hanya tembakan pinalti dari jarak 12 meter, tapi dari jarak dekat di mulut gawang 1,2 meter dengan menggelar komik yang jelas-jelas sesat isinya dan tujuannya sangat merusak.

Media yang digunakan pun sekarang tidak tanggung tanggung, WordPress yang sudah menjadi media publik disalah gunakan untuk melakukan fitnah. Entah bagaimana reaksi pengelola WordPress, yang jelas ada satu lubang besar dari situs layanan publik dan kultur Internet yang mestinya diwaspadai yaitu : penyalahgunaan sarana publik semacam WordPress atau Multiply untuk tujuan tertentu yang tidak bertanggung jawab dan tidak proporsional.

Mbah Blogger Indonesia, Enda Nasution, saya baca di detik.com sudah melayangkan komplain ke WP. Mungkin, ada baiknya para bloger WP juga melayangkan petisi dan protes ke WordPress karena medianya disalahgunakan.

Ini perlu dilakukan sekalian untuk mengingatkan kepada pengelola fasilitator seperti WordPress bahwa medianya tidak lagi 100% netral. Medianya bisa jadi dianeksasi dan disalahgunakan untuk maksud tertentu oleh kalangan tertentu. Jadi mirip si-Smith dalam film The Matrix yang telah menjadi liar dan harus dilawan atau dihancurkan. Media publik Wp atau fasilitator lainnya lebih mirip jalan tol yang mesti dijaga kegunaannya dan manfaatnya bagi semua orang. Bayangkan saja, sekiranya ada orang gila yang masang batu ditengah jalan tol, atau membuat jalan tol jadi kolam renang tentunya mengganggu kenyamanan publik. Penyedia sarana publik via Internet nampaknya perlu juga menjaga citranya supaya tidak dijadikan “alat” untuk aksi-aksi tidak bertanggung jawab dan jelas-jelas tidak proposional dalam memaparkan suatu informasi atau pengetahuan. Informasi yang overdosis dan menyesatkan dengan sasaran tembak tertentu (misalnya NKRI atau Umat Islam atau pun karakter seseorang) akan menjadikan media blog jadi alat penyesat massal umat manusia, bukan saja di Indonesia tapi juga di dunia. Dan akhirnya, internet yang semestinya menjadi media yang informasinya layak dipercaya justru akan menjadi tong sampah saja.

Selain melayangkan komplain ke pihak WordPress, Umat Islam yang ditembak langsung di depan gawang juga harus tetap sadar bahwa apa yang ditampilkan dengan vulgar di lapotuak.wordpress.com (ini kalau belum ditutup) adalah suatu upaya sistematis dari rangkaian fitnah besar sejak zaman baheula. Kalau mau dicari rujukannya, silahkan saja baca ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan masalah kemunafikan, disinformasi, dll. Atau dari riwayat-riwayat lainnya. Hanya saja, dampak fitnah dan jangkauannya hari ini semakin luas dan cepat karena adanya sarana telekomunikasi. Jadi perlu kewaspadaan ekstra supaya tidak terjebak dalam skenario adu domba, skenario klasik yang masih ampuh.

Adanya skenario fitnah besar dengan fokus Umat Islam di Indonesia patut diduga adanya karena belakangan ini Umat Islam mulai dipanas-panasi lagi. Lihat saja kasus antara FPI dan Adnan Buyung Nasution CS, Pujianto yang mengawini bocah bau kencur, hukuman mati Amrozi dkk, kasus iklan Soeharto oleh PKS yang diketuai Tifaful Sembiring, dan jreng kali ini komik Nabi Muhammad SAW dipajang dengan seronok di blog dengan mencatut nama tempat kumpul2 orang Batak yaitu “LAPOTUAK”. Saya curiga betul, nama ini sengaja dipilih karena beberapa peristiwa belakangan ini melibatkan nama—nama etnis Batak. Jadi, unsur adu dombanya lagi2 kentara. Kali ini warga Batak nampaknya diincar untuk diadu domba dengan Umat Islam.

Dari komik yang sejenak saya lihat-lihat, gambarnya bagus (perlu dana besar nih), dan dialog yang nampaknya telah dibuat memadai untuk menyampaikan misi disinformasi dan propaganda bagi siapa saja dan dimana saja (tentu saja internet kan sebagai pintu masuknya).

Pembuat komiknya, terutama pelukisnya, nampaknya cukup profesional. Nah, sekarang giliran komunitas komikus Indonesia dan penggemar komik untuk mencari tahu “siapa yang melukis gambar2 itu”.

Sidik lukis komik ini mungkin akan bisa dilacak dengan melihat komik-komik yang beredar di Indonesia, baik sebagai buku komik, maupun di majalah-majalah yang menyajikan cergam (kecuali si pelukis komik profesinya bukan pembuat komik, mungkin akan susah dilacak karena memang tak pernah buat komik, atau komiknya gak laku2). Dari sidik komik ini akan ketahuan siapakah pelukisnya atau setidaknya ketahuan dari gaya lukisannya. Gaya lukisan ini sangat khas bagi seseorang atau suatu kelompok komikus yang berkarya sendirian maupun secara barengan. Dari sini tinggal dijejaki saja siapa yang bermain dibelakangnya, mendanainya, dll.

Lantas, apa motif di balik penayangan komik Nabi Muhammad yang menggusarkan itu? Ada banyak motif tapi motif utama adalah menghancurkan Islam di Jantung Umat Islam yaitu Indonesia. Nampaknya, ini upaya sistematis yang sudah berlangsung lama. Kedua, nampaknya pelaku menggunakan WordPress bukan sekedar WP media yang gratisan. Namun, ada sasaran tembak kedua yaitu membrangus WordPress itu sendiri melalui tangan pemerintah RI. Tujuan ini dimaksudkan supaya para Blogger Indonesia mati kutu, tidak bisa ngeblog lagi di WP.

Ironisnya, mungkin penutupan WP ini akan muncul atas desakan Umat Islam yang gusar (saya juga gusar, tapi cara saya mengekspresikannya dengan menulis artikel ini, mudah2an bermanfaat). Sasaran ketiga, mengadu domba suku Batak dengan Umat Islam secara frontal. Sesuai dengan analisa sementara saya bahwa belakangan ini ada peristiwa2 yang melibatkan etnis Batak dengan Umat Islam dan situasi serta kondisi politik belakangan ini yang mulai menjelang pemilu. Jadi, ini memang baru panas-panasan yang nampak sepele, tapi sangat berbahaya dan bisa menimbulkan potensi CHAOTIC, potensi kepakan gemulai sayap kupu-kupu yang bisa menghadirkan hujan badai di Indonesia.

Di era informasi ini, abad dijital ini, kewaspadaan dan kedewasaan sikap masyarakat baik yang beragama Islam maupun bukan mesti ditingkatkan karena jelas ada saja pribadi maupun gerombolan pancalongok yang tetap menginginkan NKRI menjadi berkeping-keping.

Gerombolan ini bukan berharap dan berupaya supaya Indonesia bersatu maju dengan kesadaran untuk mandiri di masa yang sulit ini, tapi justru berupaya untuk menghancurkannya dalam genggaman abad kegelapan baru, abad manipulasi baru, abad korupsi, abad baru nepotisme, dan tentunya dengan mental masyarakat yang jatuh ke dalam lumpur kebodohan lagi…

Wassalam,

Atmnd 19/11/2008

Satu pemikiran pada “Awas, Jurus Adu Domba Mulai Dilancarkan!

  1. Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
    Islam tidak pernah resah karena ada yang memberi petunjuk, yaitu orang2 yang telah diberi ni’mat atas mereka. Yang ngaku2 Islam, setiap yang didatangkan Allah, pasti dia mengatakan orang itu dimurkai dan disesatkan Allah. Maka sentiasa resah, wong Tuhannya tak mendengar apalagi mengabulkan permintaan. Ganti Tuhanmu dengan Tuhanku. Padahal Tuhanmu dan Tuhanku adalah satu. Dari tasyriq ke magrib, Utara ke Selatan semua meminta “Tunjuki kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang2 yang telah diberi ni’mat atas mereka, bukan jalan orang dimurkai dan disesatkan”. Sembahlah Allah, taqwalah padanya serta ikutilah aku… Hai orang2 beriman….. ayo masuk Islam keseluruhan, jangan ikuti langkah syaithan, itu musuh yang nyata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s