Catatan-catatan penanggalan diatas, yang menulis tahun mulai dari 100 M sampai 1400-an Masehi nampaknya hanya merupakan taksiran sejarah versi His-Story saja. Sejauh ini, ada lubang besar dalam pencatatatan sejarah His-Story diantara abad 1 sampai 11 Masehi. Lubang besar itu adalah peristiwa Rakata 535 M yang menurut bukti-bukti modern berhubungan dengan peristiwa katastropis maha dahsyat yang mengubah wajah peradaban umat manusia di Planet Bumi.

Nah, lubang inilah yang mengherankan karena catatan peristiwa itu tercatat oleh dunia luar tapi anehnya tidak tercatat oleh sejarah raja-raja Jawa, Sumatra maupun wilayah Asia Tenggara lainnya. Sedikit catatan ditemukan di China dari dinasti Tang sekitar abad 6 M. Apakah yang sebenarnya terjadi dalam periode itu di Asia Tenggara tak pernah dicatat oleh kerajaan-kerajaan yang katanya ada di Asia Tenggara semisal Salaka Negara, Tarumanegara, Sriwijaya, dll (atau ada catatannya tapi tersimpan rapat di asrama segara yang tidak rahasia). Kalaupun ada catatan historis, hanya sepintas dan samar-samar saja disingggung Mbah Ronggowarsito ratusan tahun kemudian dalam Pustaka Raja Purwa yang anehnya pula diungkapkan oleh penulis buku Krakatau dan pembuat film Catastrophic yang pernah disiarkan stasiun Tipi BaBuCi (singkapannya TV BBC) dari negeri United Kondom.

Lantas, apa fungsi dari Kota Barus yang diduga telah ada di sekitar abad 5-6 M? Sejauh ini, menurut ahli sejarah masih dianggap sebagai Kota Kosmopolitan dengan dominasi Persia dan India Selatan sebagai penghuninya, yang umumnya adalah pedagang. Namun, melihat dari sumber alam yang diperdagangkan , dan lamanya jalur selatan Sumatera ini dikuasai oleh kelompok organisasi perdagangan India dan Persia.

Tidak tertutup kemungkinan kota ini merupakan kota yang dirahasiakan dan dieksploitasi oleh para pedagang tersebut dengan menggunakan budak-budak penduduk pribumi maupun asing. Khususnya pribumi pegunungan Sumatera untuk menggali hasil bumi maupun tambang emas dan perak rahasia di wilayah Bengkulu maupun Sumatera lainnya. Keterkenalan Sumatera sebagai negeri Emas sebenarnya sudah lama diketahui, dari inskripsi kuno nama Sumatera adalah Suvarnadwipa atau sering disebut Negeri Emas.

Emas dan kapur barus, juga nampaknya bukan barang aneh bagi penduduk pribumi Sumatera. Bahkan mungkin sudah dikenal sejak sebelum Masehi dan berhubungan dengan Mesir Kuno yang mengimpor Kapur Barus untuk mummi Firaun. Hubungan dagang Mesir Kuno dengan suatu negeri Misterius yang disebut PUNT yang diperkirakan berhubungan dengan suatu wilayah sekitar Asia Tengah sampai Tenggara yang ujungnya atau pojokannya adalah di Barus Sumatera. Bagi orang Mesir Kuno, negeri Punt sangat penting dan perjalanan menuju negeri misterius ini sangat dirahasiakan. Sampai hari ini pun para ahli purbakala belum dapat memastikan dimana tepatnya negeri Punt itu.

Bagaimana kota Barus sebelum 8 M , menjadi sangat menarik karena kemungkinan kalau Kota Barus baru tersebut atau Kota Farus menurut riwayat Arab di kemudian hari, sebenarnya kota yang dulu menjadi pelabuhan tambang milik negeri Punt. Penguasa Punt adalah penguasa Sumatera dan Jawa sebelum terpisahkan oleh peristiwa Letusan Rakata 535 M. Apakah kota ini dikuasai oleh negeri Kuno yang lenyap dalam peristiwa tahun 535 Masehi tersebut? Masih belum jelas benar meskipun bayang-bayang kaburnya mulai kelihatan.

Mengingat hubungan antara pedagang khususnya dari Asia dan Timur Tengah, nampaknya wilayah bagian selatan ini menjadi incaran pedagang dan organisasinya sejak dulu. Baik dari India Selatan, Persia, dan Mesir dimana mereka sudah pernah berhubungan sebelumnya. Boleh jadi, jalur ini adalah jalur yang baru diketahui secara lebih luar pada pasca Rakata 535 M yaitu sewaktu tim ekspedisi pedagang Persia dan India menjelajahi kawasan bencana yang melenyapkan sambungan Jawa-Sumatera dimana disitu dulu terdapat Gunung Api Purba atau Rakata atau Batuwara.

Boleh jadi dari pengungsi karena Letusan Rakata 535 M muncul beberapa suku kuno di Sumatera misalnya suku-suku Batak dan suku-suku yang tinggal di pegunungan Sumatera. Para pedagang dan penjelajah itu tahu ada ladang emas besar di pedalaman dari pengungsi Sunda. Para pengungsi yang kelaparan melakukan barter dengan sarana yang membuat para pedagang dan penjelajah itu ngiler yaitu “koin emas dengan simbol daun cendana” yang merupakan alat tukar resmi negeri yang hilang itu. Koin itu sendiri menurut saya malah mirip simbol dari Babylonia, simbol geometri suci akar dua. Walhasil, setelah beberapa waktu muncul hubungan yang lebih intim dengan para pendatang dengan barter dagang yang super duper menguntungkan ini dan umumnya para pedagang yang telah menjelajahi Kawasan Sumatera sejak dulu melalui perantara Negeri Kuno Yang Lenyap itu.

Para pedagang petualang ini nampaknya bekerja di luar campur tangan pemerintah negara masing-masing. Secara teoritis ini dimungkinkan karena tujuan mereka semata-mata hanya keuntungan belaka dan tidak ada kepentingannya dengan jatuh bangunnya penguasa (Maksudnya mau penguasa itu jatuh ataupun bangun bagi mereka EGP aja, The Show Must Go On kata Pink Floyd dalam album The Wall). Bahkan boleh jadi mereka pun justru cenderung melakukan intimidasi, penghasutan atau adu domba dalam suatu negara untuk memperoleh keuntungan yang banyak, baik ketika negara itu bangun maupun bangkrut, ataupun celaka karena bencana alam. Pendirian Sriwijaya dan Negara di Jawa sekitar abad 9 sampai 13 pun di tengarai berkaitan dengan hal ini, yaitu sebagai “negara-negara ilusi” untuk mengelabui motif sebenarnya dimana emas , perak, kapur barus, dan mungkin sumber alam dan barang berharga lainnya yang mudah dibawa dicuri dari belakang (jadi mirip hacker di zaman The Matrix nanti). Sementara, yang menjadi raja-raja di Sumatera dan Jawa sibuk berperang diantara mereka sendiri. Ini memang skenario terburuk yang pas benar.

Siapakah kelompok pedagang yang menguasai Barus akan menguak tabir penjajahan dan eksploitasi wilayah Indonesia sebagai wilayah penjarahan sumber alam sejak pasca Rakata 535 M yang menghancurkan dominasi kekuatan di wilayah tersebut yaitu Sunda atau Shinde sebagai Empire Of The Sun di wilayah Khatulistiwa sebelum Letusan Rakata 535 M. Dan keberadaan Barus sebelum 8 Masehi nampaknya berhubungan dengan satu Kota lain yang ada di Jawa Barat yang jejaknya tersembunyi atau dengan sengaja disembunyikan selama berabad-abad yaitu Komplek Candi Jiwa di Candrabagha, daerah Karawang dan Bekasi hari ini.

Satu pemikiran pada “Episode 4 : Geopolitik Barus Sebagai Negara Kota

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s