Sekarang memang lagi masanya pilkada. Dan ada istilah yang mengganggu kuping saya karena media seringmenyebutnya yaitu “petahana” sebagai terjemahan “incumbent”. Saya mau cari tahu kata “petahana” ini akar katany apa yah? Atau dari bahasa mana? Ternyata gak ketemu, yang ada tulisan menarik beberapa kata eksotik dalam bahasa Indonesia.

Catatan Gentole

lexiphanicism

Sodara setenahair. Kita harus gembira kalo bahasa Indonesia kian kaya. Kita senang, kalo kita punya banyak istilah baru: gawit, senarai, pranala, linimasa, dlsb. Kita juga harus bersyukur kalo bahasa Indonesia juga kian alay. Kita merasa sangat terhibur, kalo kosakata alay kini merajalela di jagad maya: woles, keleus, anjas, dlsb. Tapi kita harus merana sedikit karena bahasa Indonesia kini juga kian congkak. Leksipanikisme juga berkembang! Leksipanikisme? Apa itu? Lexyphanicism, dalam bahasa kolokial bisa diterjemahkan sebagai: ‘Bahasa lo tinggi banget sih! Belagu amat!” Tidak mudah memang untuk mengenali leksipanikisme. Istilah ini pun sebetulnya dimaksudkan sebagai contoh dari lekspanikisme itu sendiri. Kata ‘belagu’ sendiri pun bermasalah. Apa artinya? Apa yang dulu dianggap belagu sekarang boleh jadi biasa saja, atau malah norak dan menggelikan. Saya sendiri bersikap ganda. Di satu sisi, saya hormat betul sama kolokialisme. Tapi saya juga sering bermain-main dengan leksipanikisme. Karena saya juga manusia. Saya juga belagu. Saya juga mau keren!

Lihat pos aslinya 671 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s