Sejak diumumkannya calon gubernur dan pasangannya oleh poros cikeas, dan kemudian poros gerindra-pks menyusul pasangan ahok-jarot, sebenarnya saya kecewa karena ternyata pola pikir para politikus partai tak pernah berubah sejak zaman orla, orba, hingga setelah reformasi ini. Pola pikir yang mengedepankan kepentingan keluarga dan golongan semata atau kepentingan partai semata BUKAN kepentingan bangsa, negara, apalagi rakyat dan agama. Semua yang dilakukan oleh para petinggi partai sejatinya hanya kepentingan perut sendiri. Sedangkan negara, bangsa, agama, dan rakyat hanyalah hiasan dan jargon untuk menutupi tujuan sebenarnya. Jadi, setelah masing-masing poros mengumumkan pasangannya saat itu (dengan asumsi pasangan gerindra dan pks juga sama-sama blunder) juga saya sudah mempunyai dugaan kalau pasangan penahana akan memang. Nah, jika sampai pilkada DKI selesai dugaan ini benar maka itulah sebenarnya yang terjadi, partai-partai politik di Indonesia sebenarnya tak punya kemampuan kaderisasi yang sistematis, sehingga setiap pemilihan baru selalu menjadi simpul-simpul blunder yang menuju kekalahan. Benarkah dugaan saya? Ah entahlah, masih terlalu pagi untuk mengira-ngira siapa gubernur DKI nanti, saya nulis ini juga iseng dan buat saya gak terlalu peduli wong saya bukan ber-KTP DKI kok…hihihi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s