Ambruknya jembatan penyebrangan orang (JPO) Pasar Minggu Jakarta Selatan minggu kemarin menyisakan suatu kenyataan kalau aspek perawatan konstruksi bangunan, khususnya bangunan untuk kegunaan publik kurang dioptimalkan. JPO merupakan konstruksi yang digunakan untuk umum, jadi sebenarnya harus menjadi suatu prioritas dalam perawatan suatu sistem publik. Saat ini JPO umumnya dibangun dengan konstruksi baja dan beton, atau kombinasi antar akeduanya. Namun peruntukkan JPO bukan sekedar untuk menyeberangkan orang saja karena juga menjadi media promosi yang efektif sehingga tidak jarang kita lihat JPO ditutupi oleh papan reklame yang ukurannya mungkin berada diluar batas yang dibolehkan. Ini pun akhirnya menjadi masalah manakala penggunaan komersial untuk iklan tidak mengindahkan aturan dan syarat yang berlaku. Seperti dikutip Tempo, menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andriyansyah, pemasangan papan reklame di JPO yang tak sesuai dengan aturan menjadi penyebab ambruknya JPO Pasar Minggu. Walaupun tidak tertutup kemungkinan tambahan misalnya konstruksi JPO yang sudah digerogoti korosi dan tak ditangani dengan wajar, artinya pemeliharaannya masih kurang sempurna. Dan ketika cuaca mulai menggila dengan kondisi JPO yang tak terawat bencanapun mengancam nyata. Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Ulung Kanjaya menyatakan, papan reklame dan  hujan deras tidak akan menyebabkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Raya Pasar Minggu rubuh. Sebab, JPO seharusnya sudah didesain dengan konstruksi yang kuat dan tahan  hujan. Karenanya dia menepis anggapan yang menyebut papan reklame menjadi faktor penyebab robohnya JPO yang menghubungkan sisi pusat perbelanjaan tradisional dengan Stasiun Pasar Minggu itu. Namun, katanya, asumsi itu tetap akan dibuktikan di laboratorium forensik.

Seperti dikutip JPNN, Kepala Divisi Kelayakan Laboratorium Struktur dan Material Teknik Sipil Universitas Indonesia, Josia Irwan Rastiandi yang menyambangi lokasi jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ambruk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (26/9), menyebutkan, JPO yang ambruk tersebut sudah tidak layak pakai. Karenanya, dia menilai, tidak tepat jika penyebab musibah JPO ini karena papan reklame. Lebih lanjut dikatakan bahwa yang menyebabkan JPO rubuh adalah karena letak reklame yang jatuh pada tumpuan penyangga. Sementara, penyangga tersebut, sudah berkarat.

“Belum lagi ada angin dan beban horisontal tambahan. Hubungan railing-nya dengan jembatan itu sudah berkarat. Itu menyebabkan jembatan roboh,” kata dia.

Runtuhnya JPO Pasar Minggu hanya satu kasus saja dari banyak kemungkinan bahaya yang mengintai di 300 lebih JPO yang ada di jakarta. Peristiwa ini mestinya menyadarkan kalau perawatan dan pemeriksaan integritas aset (asset integrity monitoring) untuk fasilitas publik mesti dilakukan dengan serius dan jangan main-main, bahkan kalau perlu hasil monitoring dan perawatan itu dapat diketahui oleh publik dengan menempelkan segel atau semacam peneng kapan terakhir diperiksa dan tentunya diberi juga tanda pembatas larangan untuk digunakan sekiranya JPO yang bersangkutan berpotensi bahaya dan harus segera direnovasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s