Islamofobia : Alergi Islam

Perwujudan Islamofobia
Alergi Islam
BELAJAR STATISTIK

Oleh Akmal Sjafril
23 November 2016

Islamofobia (islamophobia): menurut wikipedia indonesia istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an, tetapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 September 2001. sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Islamofobia

Ada sebuah gejala sakit menahun yang menjangkiti Indonesia, negeri besar nan dipuja sebagai Zamrud Katulistiwa, yang mayoritas warga negaranya beragama Islam ini. Sebutlah penyakit itu: alergi Islam! Manakala nama Islam disebut, kambuhlah alergi itu, dan mereka yang membawa penyakit ini dalam tubuhnya segera bersikap skeptis, mencibir, dan kemudian mencemooh. Penyakit ini sangat menular! Baca selengkapnya

411 – Empat November

Ini sebenarnya posting telat setelah beberapa hari off.

Jum’at 4 /11/2016 merupakan hari bersejarah bagi Umat Islam Indonesia. Di hari itu, mereka melakukan parade demonstrasi menuntut keadilan atas penistaan Al Qur’an oleh kandidat pentahana DKI yaitu Mr. Ahok . Jutaan umat, dengan taksiran 2,3 juta , pun memasuki ibukota Jakarta bagai air bah tak terbendung. Jakarta yang biasanya diserbu air banjir sekarang dibanjiri orang yang menuntut kalau penista kita suci dan agamanya itu diseret kepengadilan bukan malah dilindungi. Dan entah kenapa , presiden yang mestinya menerima pengunjuk rasa malah ngacir dengan alasan lucu. Tentu saja banyak yang menyesalkan sikap presiden yang seolah lari itu. Tapi apa mau dikata, negeri Indonesia belakangan ini memang dipenuhi hingar bingar orang-orang yang menampakkan wataknya masing-masing ada yang pemberani, perwira, ksatria, pengecut, asal mau selamat sendiri, tukang fitnah, hipokrit, apatis, khianat, munafik, fasik, jahil sampai kafir.

WADAL MIMPI BABILONIA

Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim

 

 

Setelah puas menggempur Hamas di Jalur Gaza, Israel mendadak menghentikan sendiri serangannya. Dunia pun bernafas sedikit lega. Namun, jumlah kurbannya tidak sedikit.

 

Dalam 22 hari perang di akhir zaman siklus tahun Masehi dan Hijriah itu 1200 korban jatuh di pihak Hamas, dan 13 orang di pihak Israel. Total jenderal 1213 korban. (sumber koran Tempo 20/1/2009)

 

Berakhirnya serangan Israel , dibarengi dengan dentuman besar. Kali ini bukan di Israel , tapi di kampung sendiri – Jakarta, tepatnya di Tanjung Priok. Depot minyak Pertamina nomor 22 tiba-tiba meleduk dengan dahsyat dan menewaskan 1 orang Satpam, yang entah bagaimana ceritanya ada di dekat situ, maka gosonglah ia menjadi arang.

 

Total jendral korban di Jalur Gaza dan 1 korban di Jakarta menjadi 1214 orang. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun….Iseng-iseng betul saya bagi 1214 dengan cara yang sama dengan jumlah huruf  Hebrew 22 huruf. Hasilnya,

 

12+14=26

 

Jumlah 26 sama dengan alfabet hari ini dari A sampai Z. Kalau di lafazkan dengan huruf Ibrani/Arab munculnya Y(10)H(5)W(6)H(5). Kalau kita jumlahkan dengan bilangan bayangannya didapat bilangan palindromik, 88 (26+62).

 

Entah apa kesalahan umat manusia, pura-pura tak tahu atau sudah tahu, yang jelas bilangan 26 adalah bilangan sakral yang berhubungan dengan alfabet sedangkan 88 adalah simbologi dari Yin-Yang, perubahan besar akibat 2 sebab, pertama manusia dan pengetahuannya kedua alam, dan juga simbol hukuman bagi yang telah melampaui batas takaran (makanya kenapa anti teror disebut Den 88). Jumlahkan keduanya didapat

 

26+88=114

 

Sekarang malah saya jadi teringat surat ke-114 al-Qur’an, surat yang menjelaskan penyakit jiwa akut yang hinggap di semua hati dan pikiran manusia (meskipun sekiranya dia bisa berbahasa Arab dan katam Qur’an) ketika mulai bisa merasa berilmu pengetahuan yaitu was-washilkhonnas.

 

Baik takaran kemanusiaan maupun takaran menurut versi alam, versi Mother Earth, tahun 1430 H, 2009 M adalah akhir siklus zaman dari dua macam kalender yaitu Masehi dan Hijriah. Entah dosa apa bagi yang menetapkan kedua kalender ini, yang jelas nampaknya ada yang menagih janji, seperti janji yang pernah dulu dilontarkan tokoh Sabdo Palon atau Sabda Alam? Setelah semua utang dilunasi, hutang nyawa bayar nyawa, bla..bla..bla……dalam serat Jaya Baya (serat 1312). Waduh jangan-jangan ini masalah pe-ngipri-an (syirik) pikir saya…..geli dan tentu saja oosraammmm…..

 

Gerhana Cincin dan Keyakinan Ngipri YHWH

 

Menurut  agenda NASA, selama tahun 2009 bakal terjadi dua kali gerhana matahari yaitu pada 26 – 1 – 2009, dan 22 – 7 – 2009. Rupanya tanggal dan bulan ini sangat menentukan bagi masyarakat Israil, mereka perlu memberikan persembahan kepada YHWH nya dengan darah umat manusia ! Perhatikan tanggal kedua momen penting yang terjadi di awal kurun Masehi dan Hijriah 2009 diatas,  26 dan 22, jumlahnya 48 , dengan menggunakan satuan 60 sebagai SIN, dan 40=Mim, 8=Ha, maka jelaslah perang di jalur Gaza dengan korban HaMimSin alias Hamas adalah Perang Persembahan Bani Asrail bagi YHWH dengan menggunakan penduduk GAZA sebagai TUMBAL YHWH!

 

Rasionalisasi dari peperangan di jalur GAZA sebenarnya bersinggungan dengan titik kesalahan yang terjadi dari akumulasi kesalahan six sigma sistem desimal (341/10^8, lihat tulisan saya yang lalu). Ini semacam titik optimum dimana dimungkinkan kesalahan manusia (dan boleh jadi seluruh alat buatan manusia melampaui margin of safety-nya karena cacat inheren akan terjadi tepat saat gerhana matahari nanti) karena gejolak nafsunya tidak dapat dibendung lagi. Sama halnya dengan posisi kuldesak, dimana manusia menjadi mata gelap. Hanya saja, pilihan berapa lama perang berlangsung dan berapa banyak korban yang harus jatuh nampaknya berkaitan dengan suatu paham yang diyakini oleh sistem 22 huruf Hebrew dan konsep YHWH (26) sebagai nama Tuhan bani Israil yang tak bisa disebutkan namanya. Namun, dalam sistem mistik qabalis hal ini menunjukkan upaya jalan keluar dari keterdesakan, terutama dikaitkan dengan sistem kalender yang mereka buat sendiri sebagai Mind Control Device pengendali pikiran dan peradaban umat manusia. Dan dipaksa harus terjadi supaya bisa mempertahankan kebenaran semu, karena sejatinya suatu rekayasa, suatu peristiwa buatan yang direncanakan harus terjadi untuk menetapkan kebenaran ramalan semu catur kehidupan versi Yahudi. Untuk mengetes teknik mistik qabalis sebenarnya gampang, silahkan coba uraikan saja dengan teknik Memory Squares dengan Microsoft Exceel, gerakkan dalam arah dan langkah seperti kita bermain catur, dengan plus , minus, kali, bagi, power. (Misalnya gunakan kalimat ini sebagai dasar “Indonesia dikelilingi oleh 129 gunung api yang melingkar sepanjang 7000 km dan dibatasi oleh 2 plat dan 3 plat tektonik, dengan patahan Mentawai sepanjang 700 km dengan potensi maksimal gempa berskala 9; mulai dengan mempartisikan bilangan 77 dan membuang semua dimensionalnya”)

 

Gerhana 26 Januari akan melalui daratan Indonesia berupa gerhana matahari annulus atau biasa dikenal sebagai gerhana matahari cincin. Saat itu sekitar 92 persen permukaan matahari tertutup bayangan bulan. Secara umum, gerhana matahari annulus 2009 akan terjadi sepanjang 14500 km dengan lebar jalur bayang-bayang bulan yang menutupi sinar matahari selebar 280 km. Area ini melewati 0,9 persen luas seluruh permukaan Bumi dengan lama gerhana 3 jam (3×60)  46 menit. Badan ruang angkasa Amerika Serikat, NASA menjelaskan gerhana matahari pekan depan merupakan seri SAROS 131 yang ke-50. Menurut astronom, gerhana ini menjadi istimewa karena hanya melewati satu permukaan daratan saja yaitu Indonesia sebagai rahiim segala pengetahuan tentang kehidupan di Bumi.

 

Kutukan Calon Arang, Manipulasi Carbon Dating C12, C14

 

12 14 adalah simbol bilangan yang berhubungan dengan Carbon Dating. Satu teknik menaksir umur benda kuno dengan perbandingan Carbon 14 dan 12 yang sekarang ini banyak dipertanyakan kesahihannya karena mengandung error rate perhitungan yang besar (search di google carbon dating error). Bahkan dalam banyak hal, C-14 dating nampaknya tidak cocok diterapkan untuk menghitung umur satu benda yang diam dan mati misalnya batu-batu candi , berhala, dan benda mati lainnya. Batu tidak dipengaruhi sifat-sifat logaritmis. Yang dipengaruhi sifat logaritmis adalah makhluk bernyawa karena efek interaksi antar benda (gravitasi) dan siklus berulang. Akibatnya terdapat jurang dalam dalam hitungan sejarah dalam kurun 5730 tahun dengan satu kemungkinan adanya manipulasi sejarah yang membentang dalam kurun tahun 1400 Masehi sampai 522 – 621 Sebelum Masehi dalam range 1653 SM sampai 2008 M. Dengan kata lain, C-14 memungkinkan manipulasi sejarah sebagai sejarah Mimpi Babilonia, alias mimpi 1001 Malam, mimpi menjadi manusia sempurna bagaikan Superman, Spiderman, dll. Ide kesempurnaan Babylonia tersirat dari tinggalan matematika peradaban Babylonia Kuno yang menyiratkan bisakah segi empat menjadi lingkaran sempurna, dapatkah mengambil isi telor tanpa merusak cangkangnya (versi telur Columbus)?

 

Mimpi manusia sempurna memang boleh saja, tapi mestinya jangan lupa kalau kesempurnan manusia itu tergantung satu hal, yaitu masih perlu DUBUR supaya bisa buang ampas. Jadi, begitulah impian Bani Yehuda, Bani Asrail, Bani Dajjal, Bani Ablasa, Bani Asfalaa Safiliin, dan bani-bani egosentrik lainnya yang merasa sempurna lantas membantai manusia lainnya seenak-udelnya sendiri seperti membantai domba-domba, mereka lupa tak mau becermin pada cermin benggala, betapa buruk kelakuannya. Mungkin itulah ide dasar Dracula, Vampire, Were Wolf, Dedemit, Kolong Wewe, Dewata Cengkar, de el es be sebagai gambaran  buruk perilaku manusia yang tak mau bercermin pada kelakukan sendiri. Naudzu billah mindzalik, moga-moga kita tak dihinggapi penyakit dracula seperti itu….

 

Turunkan tarif transportasi dan sembako!!! …..jangan berperilaku seperti kaum Yehuda atau Bani Asrail…, kalau BBM naik maunya cepat naik, eh BBM turun tak mau turun turun jua….. cape deechhh….

 

Siapa yang buang angin, akan membaui sendiri kentutnya, zero sum absurdum….

 

Catatan :

 

Istilah “Yehuda atau Yahudi”  atau Asrail (A’SRAL) sebagai suatu kaum atau bani, sebenarnya tidak merujuk pada satu suku tertentu di Arabia saja seperti banyak dipahami orang selama ini. Yehudaisme dan Asrailisme adalah deskripsi tentang mimpi kuno manusia untuk bisa menjadi Manusia Sempurna (di Indonesia disebut sebagai Manunggaling Kawulo Gusti). Secara numerik sebenarnya Yehudaisme muncul dari karakterisasi bilangan sempurna yaitu 496 dan geometri lingkaran sempurna dengan satu garis yaitu jarum jam (361), pisahkan 496 di dijit 2, 4+96=100 è Konsep kalender satu abad. Namun, seringkali kesempurnaan melahirkan egosentrisme komunal yang justru sangat merusak sehingga muncul perilaku menyimpang yang melampaui batas, perilaku yang hanya bisa diungkapkan sebagai perilaku kelompok yang tidak mau bercermin melihat perilaku sendiri karena saking mengerikannya. Mereka diungkapkan dengan beberapa istilah di kitab-kitab wahyu maupun kitab kebijakan, misalnya mereka bisu, buta, dan tuli, terputus dari Rahmat Allah, buta matahatinya (dajjal), mau menang sendiri, asfalaa safiiliin, tidak bertanggung jawab, munafik, tukang fitnah, pendendam, pandai membual dan mendongeng, disinformasi, menghalalkan segala cara untuk mendapat kekayaan dengan semboyan “duit tidak berbau”, syirik, suka mengadu domba, dan perilaku buruk dan jahat manusia lainnya. Dengan kata lain, Yehudaisme atau Israiliyah mirip dengan penyakit atau virus yang menggerogoti jiwa manusia ketika peradabannya mulai berkembang.  Yudaisme sebagai suatu paham yang melahirkan agama-agama samawi sebenarnya baru lahir sekitar abad 14-15 Masehi dari suatu konflik kepentingan di Mediterania yang berkaitan dengan dunia timur (Timurnya dimana silahkan tebak sendiri), serta erat kaitannya dengan penggunaan dan manipulasi sistem desimal, terutama sistem kalender dan penentuan waktu, karena dengan kalender basis desimal lah pikiran umat manusia dan nafsunya  sebenarnya dikendalikan (konsep manajemen waktu) dan karakter manusia dapat dibentuk melalui suatu program eugenetika. Desimal adalah instrumen pengendalian perilaku dan demikian juga kalender.

 

 

Untuk tidak terpengaruh pada efek negatif desimal, coba pikirkan lebih mendalam, kenapa 2+2=4 dan 96+4=100?

Nabi dan Rasul Terakhir & Al Mahdi : Siapakah Dia Sebenarnya? (revised edition)

 Kamis kemarin (22/9/2016), dukun lepus pengganda uang bernama Dimas Kanjeng yang sering ngaku kiai dengan santri berjumlah 5000-an ditangkap karena tuduhan membunuh dua santrinya yang diduga mau membocorkan trik tipuannya. (baca berita lengkapnya disini)

Masalah Nabi atau Rosul palus sebenarnya penyakit umat beragama ketika mulai dihinggapi ilusi tentang kenabian dan kerasulan tanpa suatu pemahaman yang utuh atas keyakinannya kecuali semata-mata gejolak nafsu ibadahnya sendiri yang merefleksikan niat-niat awalnya yang bengkok ketika menempuh jalan ruhani.

 

Peristiwa aku mengaku nabi dan rosul bukan hal baru dalam sejarah Umat Islam, bahkan di setiap agama pun ada. Namun, dalam lebih dari dua abad ini kebanyakan muncul dikalangan Umat Islam. Yang paling menohok karena disokong oleh kekuasan politik dan militer era kolonialisme adalah pengakuan Mirza Ghulam Ahmad pendiri Ahmadiyyah yang mengaku nabi dengan sokongan Inggris sebagai promotornya. Baca selengkapnya

Awas, Jurus Adu Domba Mulai Dilancarkan!

Adu Domba secara harfiah mengadu domba. Benar-benar domba bertanduk yang diadu untuk maksud hiburan, judi, ataupun karena tradisi. Tapi dalam konotasi geopolitik, dunia intelijen, ataupun kolonialisasi “Adu Domba” berarti amat sangat lain.

Dulu, menurut engkong, kakek, dan opa-opa kita, Bangsa Indonesia ini dijajah sampai puluhan dan ratusan tahun karena mirip domba. Gampang diadu antara suku satu dengan suku yang lainnya, penganut agama yang satu dengan yang lainnya, antara kelompok yang satu dengan yang lainnya, dan berbagai bentuk pengadudombaan yang pernah ada. Sampai-sampai, setelah “Merdeka” ada istilah populer tapi bikin gatel kuping bahkan bisa jadi sumber alergi namanya : SARA.

Di buku Negarakertagama yang ditulis Mpu Pancaksara, disebutkan katanya ada salah satu patih yang suka mengadu domba di kerajaan Majapahit yang membuat menteri atau pembantu raja Majapahit lainnya disingkirkan. Meskipun patih pengadu domba itu akhirnya di depak dari lingkaran kerajaan Majapahit, rupanya penyakit adu domba yang bisa dikatakan saudaranya “fitnah” ini merupakan salah satu jurus ampuh untuk memecah belah umat manusia sejak dulu. Terutama di dalam masyarakat Indonesia. Sejarah adu domba pun sama lamanya dengan sejarah manusia sendiri sebagai suatu kaum.

Pagi ini, saya dikejutkan dengan kasak kusuk adu domba jua. Kali ini korbannya langganan adu domba atau fitnah yaitu Umat Islam. Rupanya, setelah tembakan jarak jauh via Salman Rusdhie, Kartun Denmark, dan Film Fitna tidak menunjukkan hasil memuaskan, si tukang adu domba dan tukang fitnah kali ini menembak langsung Umat Islam di gawangnya. Bukan hanya tembakan pinalti dari jarak 12 meter, tapi dari jarak dekat di mulut gawang 1,2 meter dengan menggelar komik yang jelas-jelas sesat isinya dan tujuannya sangat merusak.

Media yang digunakan pun sekarang tidak tanggung tanggung, WordPress yang sudah menjadi media publik disalah gunakan untuk melakukan fitnah. Entah bagaimana reaksi pengelola WordPress, yang jelas ada satu lubang besar dari situs layanan publik dan kultur Internet yang mestinya diwaspadai yaitu : penyalahgunaan sarana publik semacam WordPress atau Multiply untuk tujuan tertentu yang tidak bertanggung jawab dan tidak proporsional.

Mbah Blogger Indonesia, Enda Nasution, saya baca di detik.com sudah melayangkan komplain ke WP. Mungkin, ada baiknya para bloger WP juga melayangkan petisi dan protes ke WordPress karena medianya disalahgunakan.

Ini perlu dilakukan sekalian untuk mengingatkan kepada pengelola fasilitator seperti WordPress bahwa medianya tidak lagi 100% netral. Medianya bisa jadi dianeksasi dan disalahgunakan untuk maksud tertentu oleh kalangan tertentu. Jadi mirip si-Smith dalam film The Matrix yang telah menjadi liar dan harus dilawan atau dihancurkan. Media publik Wp atau fasilitator lainnya lebih mirip jalan tol yang mesti dijaga kegunaannya dan manfaatnya bagi semua orang. Bayangkan saja, sekiranya ada orang gila yang masang batu ditengah jalan tol, atau membuat jalan tol jadi kolam renang tentunya mengganggu kenyamanan publik. Penyedia sarana publik via Internet nampaknya perlu juga menjaga citranya supaya tidak dijadikan “alat” untuk aksi-aksi tidak bertanggung jawab dan jelas-jelas tidak proposional dalam memaparkan suatu informasi atau pengetahuan. Informasi yang overdosis dan menyesatkan dengan sasaran tembak tertentu (misalnya NKRI atau Umat Islam atau pun karakter seseorang) akan menjadikan media blog jadi alat penyesat massal umat manusia, bukan saja di Indonesia tapi juga di dunia. Dan akhirnya, internet yang semestinya menjadi media yang informasinya layak dipercaya justru akan menjadi tong sampah saja.

Selain melayangkan komplain ke pihak WordPress, Umat Islam yang ditembak langsung di depan gawang juga harus tetap sadar bahwa apa yang ditampilkan dengan vulgar di lapotuak.wordpress.com (ini kalau belum ditutup) adalah suatu upaya sistematis dari rangkaian fitnah besar sejak zaman baheula. Kalau mau dicari rujukannya, silahkan saja baca ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan masalah kemunafikan, disinformasi, dll. Atau dari riwayat-riwayat lainnya. Hanya saja, dampak fitnah dan jangkauannya hari ini semakin luas dan cepat karena adanya sarana telekomunikasi. Jadi perlu kewaspadaan ekstra supaya tidak terjebak dalam skenario adu domba, skenario klasik yang masih ampuh.

Adanya skenario fitnah besar dengan fokus Umat Islam di Indonesia patut diduga adanya karena belakangan ini Umat Islam mulai dipanas-panasi lagi. Lihat saja kasus antara FPI dan Adnan Buyung Nasution CS, Pujianto yang mengawini bocah bau kencur, hukuman mati Amrozi dkk, kasus iklan Soeharto oleh PKS yang diketuai Tifaful Sembiring, dan jreng kali ini komik Nabi Muhammad SAW dipajang dengan seronok di blog dengan mencatut nama tempat kumpul2 orang Batak yaitu “LAPOTUAK”. Saya curiga betul, nama ini sengaja dipilih karena beberapa peristiwa belakangan ini melibatkan nama—nama etnis Batak. Jadi, unsur adu dombanya lagi2 kentara. Kali ini warga Batak nampaknya diincar untuk diadu domba dengan Umat Islam.

Dari komik yang sejenak saya lihat-lihat, gambarnya bagus (perlu dana besar nih), dan dialog yang nampaknya telah dibuat memadai untuk menyampaikan misi disinformasi dan propaganda bagi siapa saja dan dimana saja (tentu saja internet kan sebagai pintu masuknya).

Pembuat komiknya, terutama pelukisnya, nampaknya cukup profesional. Nah, sekarang giliran komunitas komikus Indonesia dan penggemar komik untuk mencari tahu “siapa yang melukis gambar2 itu”.

Sidik lukis komik ini mungkin akan bisa dilacak dengan melihat komik-komik yang beredar di Indonesia, baik sebagai buku komik, maupun di majalah-majalah yang menyajikan cergam (kecuali si pelukis komik profesinya bukan pembuat komik, mungkin akan susah dilacak karena memang tak pernah buat komik, atau komiknya gak laku2). Dari sidik komik ini akan ketahuan siapakah pelukisnya atau setidaknya ketahuan dari gaya lukisannya. Gaya lukisan ini sangat khas bagi seseorang atau suatu kelompok komikus yang berkarya sendirian maupun secara barengan. Dari sini tinggal dijejaki saja siapa yang bermain dibelakangnya, mendanainya, dll.

Lantas, apa motif di balik penayangan komik Nabi Muhammad yang menggusarkan itu? Ada banyak motif tapi motif utama adalah menghancurkan Islam di Jantung Umat Islam yaitu Indonesia. Nampaknya, ini upaya sistematis yang sudah berlangsung lama. Kedua, nampaknya pelaku menggunakan WordPress bukan sekedar WP media yang gratisan. Namun, ada sasaran tembak kedua yaitu membrangus WordPress itu sendiri melalui tangan pemerintah RI. Tujuan ini dimaksudkan supaya para Blogger Indonesia mati kutu, tidak bisa ngeblog lagi di WP.

Ironisnya, mungkin penutupan WP ini akan muncul atas desakan Umat Islam yang gusar (saya juga gusar, tapi cara saya mengekspresikannya dengan menulis artikel ini, mudah2an bermanfaat). Sasaran ketiga, mengadu domba suku Batak dengan Umat Islam secara frontal. Sesuai dengan analisa sementara saya bahwa belakangan ini ada peristiwa2 yang melibatkan etnis Batak dengan Umat Islam dan situasi serta kondisi politik belakangan ini yang mulai menjelang pemilu. Jadi, ini memang baru panas-panasan yang nampak sepele, tapi sangat berbahaya dan bisa menimbulkan potensi CHAOTIC, potensi kepakan gemulai sayap kupu-kupu yang bisa menghadirkan hujan badai di Indonesia.

Di era informasi ini, abad dijital ini, kewaspadaan dan kedewasaan sikap masyarakat baik yang beragama Islam maupun bukan mesti ditingkatkan karena jelas ada saja pribadi maupun gerombolan pancalongok yang tetap menginginkan NKRI menjadi berkeping-keping.

Gerombolan ini bukan berharap dan berupaya supaya Indonesia bersatu maju dengan kesadaran untuk mandiri di masa yang sulit ini, tapi justru berupaya untuk menghancurkannya dalam genggaman abad kegelapan baru, abad manipulasi baru, abad korupsi, abad baru nepotisme, dan tentunya dengan mental masyarakat yang jatuh ke dalam lumpur kebodohan lagi…

Wassalam,

Atmnd 19/11/2008