Setelah beberapa kali mencoba-coba beberapa Theme Worpress. Nampaknya Theme dengan header gambar yang segi empat cocok dengan seleraku. Tak terlalu ribet, menunya fungsional, juga memenuhi kaidah estetik seleraku yaitu sederhana tapi pasti.

Aku sudah mencoba membuat banner untuk bagian atas halaman. Kuambil satu fotoku yang paling khas. Lantas ku potong hanya bagian mata sebatas hidung dengan efek pastel. Gambarnya nampak seperti mata dengan muka yang memakai jilbab.

Kata istriku tersayang, mataku nampak punya ciri khas dengan sudut mata yang meruncing. Aku cuma tertawa senang tersanjung rayuan istriku. Jadi foto itulah yang kuambil.

Aslinya itu foto saat diskusi dengan kawanku sambil berdiri. Jadi mataku kalau dilihat nampak bulatan hitam nya menoleh ke samping dengan sudut menajam.

Foto itu kemudian kutempatkan di bagian kiri atas halaman. Sedangkan di bagian kanan kutempatkan gambar tangan kaum Hawa yang menadahi air yang jatuh dari atas. Itu simbol air pengetahuan. Tapi itu tangan kiri, jadi air itu sejatinya pertama kali diterima oleh otak bagian kanan yang mengendalikan bagian kiri badan termasuk tangan kiri. Ini berhubungan dengan intuisi dan perasaan pertama kali tentang kebenaran. Ngomong-ngomong soal perasaan, tentu yang banyak menggunakannya adalah kaum Hawa.

Sumber asal pengetahuan kita sejatinya bermula dari intuisi. Tentunya intuisi dari moyang dari moyang dari moyang kita dahulu, singkatnya moyang kita itu sebut saja dengan nama khas yaitu Nabi Adam dan Hawa yang saling jatuh Cinta. Intuisi awal berkaitan dengan intuisi untuk bertahan hidup dan meneruskan kelangsungan hidup turunannya.

Salah satu syarat adanya kehidupan di Planet Bumi adalah Air. Nah, air lah sebenarnya yang menjadi media pengurai untuk kemudian melahirkan unsur yang diperlukan untuk munculnya sistem kehidupan seperti Oksigen dan Hidrogen dan selanjutnya unsur lainnya terbentuk.

Dengan berkembangnya penalaran, intuisi kemudian di sinergikan dengan otak kiri. Otak kiri tak lain adalah kaidah logis terukur yang mengendalikan intuisi supaya tidak kebablasan dan melampaui batas kesimbangan dan keadilan. Jika tidak ada logika, mungkin tak pernah ada kontinuitas kehidupan. Dan jika tak ada intuisi, maka mungkin yang lahir hanya makhluk satu warna dan satu rasa yang mekanistik alias budak atau robot.

Lantas, apa enaknya kehidupan kalau kita hanya menjadi makhluk yang menjadi budak dan robotis? Jadilah dirimu sendiri, apa adanya.

Kalau mau disimpulkan bagian kiri yang menunjukkan kepala saya di posisikan di sebelah kiri layar, mewakili otak kiri yang logis. Tangan yang menerima air pengetahuan di sebelah kanan layar, mewakili otak kanan. Semua itu referensinya dari diri kita yang melihat monitor komputer.

Dengan kata lain, mudah-mudahan Wlog saya dan semua isinya ini bisa bermanfaat bagi kita semua dengan menggunakan otak kiri dan kanan untuk memahami dan menikmati kehidupan, baik yang rahasia maupun yang nyata, yang enak maupun tidak enak, sekarang maupun yang nanti.

3 pemikiran pada “Konsep

  1. Salam
    Konsep yang sangat menarik🙂 begitu philosopis. Amin untuk kalimat2 di paragraf terakhir. Salam kenal dan trims sudah berkunjung ke SENYAWA

  2. Ndak salah ternyata Mas-nya ini, dasar filosofinya sangat melekat ya !?. Buat saya yang sehari – hari berkutat pada hal yang itu – itu saja (dan cenderung kering dari siraman rohani) sangat butuh teman seperti ini.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s