Nabi dan Rasul Terakhir & Al Mahdi : Siapakah Dia Sebenarnya? (revised edition)

 Kamis kemarin (22/9/2016), dukun lepus pengganda uang bernama Dimas Kanjeng yang sering ngaku kiai dengan santri berjumlah 5000-an ditangkap karena tuduhan membunuh dua santrinya yang diduga mau membocorkan trik tipuannya. (baca berita lengkapnya disini)

Masalah Nabi atau Rosul palus sebenarnya penyakit umat beragama ketika mulai dihinggapi ilusi tentang kenabian dan kerasulan tanpa suatu pemahaman yang utuh atas keyakinannya kecuali semata-mata gejolak nafsu ibadahnya sendiri yang merefleksikan niat-niat awalnya yang bengkok ketika menempuh jalan ruhani.

 

Peristiwa aku mengaku nabi dan rosul bukan hal baru dalam sejarah Umat Islam, bahkan di setiap agama pun ada. Namun, dalam lebih dari dua abad ini kebanyakan muncul dikalangan Umat Islam. Yang paling menohok karena disokong oleh kekuasan politik dan militer era kolonialisme adalah pengakuan Mirza Ghulam Ahmad pendiri Ahmadiyyah yang mengaku nabi dengan sokongan Inggris sebagai promotornya. Read more

WPFORWHAT.COM

Belakangan ini lagi mempersiapkan versi beta dari situs tutorial wordpress dalam bahasa Indonesia bernama WPFORWHAT.COM . Ini memang situs kategori tutorial khusus WordPress bagi pemula, implementor dan pengembang Theme atau plugin. Memang bukan yang pertama, tetapi setidaknya mau menyumbangkan konten bermanfaat bagi siapa saja yang mau belajar WordPress.

Berhubung saat ini lagi demo Aksi Damai Belas Islam jilid III atau ABI 212, saya iseng bikin header tematis dari footo-foto aksi damai. Nah tampilan website WPFORWHAT.COM saat ini seperti ini.

screenshot-212

Aksi Super Damai 212 Berakhir

Setelah guyuran hujan sejak pagi, hari ini, 2-12-2016, aksi super damai Umat Islam di Lapangan Monas berakhir dengan damai . Presiden Jokowi dan Wapres JK beserta wakil gubernur inkumben Gatot dan beberapa mentri mengikuti sholat Jum’at bersama massa yang berjumlah ditaksir lebih dari 2 juta orang.

Massa yang sudah bergerak dari seluruh penjuru Indonesia sejak tiga hari sebelumnya sejauh ini dapat masuk ke ibukota mestipun beberapa rintangan dilalui.

Di hari yang sama, dikabarkan beberapa aktivis sepeti Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, dll. ditangkap dengan alasan makar. Berikut ini beberapa gambar yang tersebar di internet sejak tiga hari lalu.

#aksimasa212 #aksidamai212 #abi212

Gambar rombongan dari Ciamis, Bogor, Depok, dan luar kota melakukan longmarch menuju Jakarta untuk menghadiri aksi damai 212 , Bela Islam III.

Aksi Bela Islam III 212 atau ABI 212 juga mendapat dukungan Umat Islam di berbagai belahan dunia.

212-aksibelaislam-world-wide

Setidaknya ini memang hari yang terasa buruk. Kekecewaan yang mungkin sebenarnya lama terpendam….

…..

…..

Internet, Media Sosial Dan Masa Depan Demokrasi (di Indonesia)

massa-memadati-kawasan-bundaran-air-mancur-4-11-2016

Itu judul makalah yang didampaikan Dr. Ismail Fahmi, boss Awesometric dan Media Kernels yang baru-baru ini menggelar diskusi yang menarik mengenai Internet, Sosial Media, dan Masa Depan Demokrasi. Beliau yang kondang dalam urusan perpustakaan digital ini memaparkan suatu temuan menarik bagaimana internet dan sosial media sebenarnya mempengaruhi jalannya demokrasi. Bukan saja di Indonesia yang tanggal 4 Novenber kemarin menggelar demo raksasa, tapi juga pemilihan presiden AS yang akhirnya memenangkan Donald Trump jadi presiden AS yang ke-45. Fenomena medsos dan demokrasi sebenarnya telah menggema sejak Arab Spring beberapa tahun yang lalu di Lybia dan Mesir. Dan kini mulai marak di Indonesia khusunya ketika muncul sosok kontroversial Ahok yang berhadapan dengan Umat Islam yang akhirnya melahirkan demo dengan peserta sekitar 2,3 juta orang dari berbagai sudut Indonesia untuk menuntut keadilan dan hukum agar ditegakkan bagi siapa saja, khususnya bagi Ahok, gubernur tiban DKI, yang dituduh menistakan agama Islam.

Untuk lebih jelasnya, silahkan nikmati presentasinya di Slideshare :

Ayat-ayat Tabayun dan pentingnya waspada pada kabar bohong semakin mempertegas gagasan Ismail Fahmi untuk menyoroti penggunaan media sosial dan internet dewasa ini yang memunculkan polarisasi dimana-mana, di dunia maya, dan akhirnya di dunia nyata.

tabayun-al-hujurat-6

tabayun-an-nur-15

 

Bandung Banjir Lagi

banjir-pasteur-4

Aya naon? Barangkali itu yang tersisa dipikiran orang-orang Bandung mendengar atau pun mengalami langsung kalau Banjir selama 3 pekan terakhir banjir tiga kali. Lokasinya pun sama, nyaris, Pasteur dan sekitarnya. Ada apa? Bukannya walkot Bandung sudah mencanangkan Tol Air. Atau sudah kepalang salah dan basah antisipasi banjir telat dan abai, jadi ya banjir lagi banjir lagi.

411 – Empat November

14925616_1245774262163023_5382798091342979039_n

Ini sebenarnya posting telat setelah beberapa hari off.

Jum’at 4 /11/2016 merupakan hari bersejarah bagi Umat Islam Indonesia. Di hari itu, mereka melakukan parade demonstrasi menuntut keadilan atas penistaan Al Qur’an oleh kandidat pentahana DKI yaitu Mr. Ahok . Jutaan umat, dengan taksiran 2,3 juta , pun memasuki ibukota Jakarta bagai air bah tak terbendung. Jakarta yang biasanya diserbu air banjir sekarang dibanjiri orang yang menuntut kalau penista kita suci dan agamanya itu diseret kepengadilan bukan malah dilindungi. Dan entah kenapa , presiden yang mestinya menerima pengunjuk rasa malah ngacir dengan alasan lucu. Tentu saja banyak yang menyesalkan sikap presiden yang seolah lari itu. Tapi apa mau dikata, negeri Indonesia belakangan ini memang dipenuhi hingar bingar orang-orang yang menampakkan wataknya masing-masing ada yang pemberani, perwira, ksatria, pengecut, asal mau selamat sendiri, tukang fitnah, hipokrit, apatis, khianat, munafik, fasik, jahil sampai kafir.

Lingkaran Setan Jahiliyah: Eksklusifitas, Kekerasan dan Solidaritas Jahiliyah

Setelah dibaca ulang, kok kayanya tulisan ini cocok dengan situasi terkini bangsa Indonesia yang baru saja menggelar unjuk rasa keadilan 411 atas penistaan agama oleh seorang pejabat gubernur ibukota yang nampaknya dilindungi naga-naga raksasa. Mudah-mudahan kita tidak sedang berada dalam fase jahiliyah dimana yang benar menjadi salah dan salah nampak seperti benar, dimana orang yang mestinya menjadi panutan justru terjebak dalam urusan perut sendiri dan tentu saja kepentingan kelompoknya sendiri.

@tmonadi

”Dan sungguh telah Kami jadikan banyak dari jin dan manusia itu (menjadi penghuni) bagi neraka, mereka punya hati tetapi tidak (untuk) memahami (Keesaan dan kekuasaan Allah), mereka punya mata tidak untuk melihat (Tanda-tanda Kebesaran Allah) dan mereka punya telinga tidak untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu bagai hewan bahkan lebih sesat, mereka itulah orang-orang yang lalai(lengah).” (QS.7:179).

 

Jahiliyah adalah satu kata yang mempunyai banyak arti. Secara literal, kata yang dikutip dari bahasa Arab dengan akar kata “Jahala” ini menurut beberapa penafsiran dapat diartikan secara harfiah sebagai “kebodohan” dari nilai-nilai kebenaran. Kebodohan yang dimaksud bukan “bodoh” sebagai “tidak tahu”, tapi lebih banyak “bodoh” tapi tak mau menerapkan “nilai-nilai kebenaran” yang sudah disampaikan sebelumnya (dalam hal ini di Arabia pra-Islam adalah kebenaran menurut tradisi Yudeo Kristen yang akhirnya malah banyak ditelikung oleh para penganutnya dari kaum Yahudi).

Lihat pos aslinya 2.110 kata lagi